“Mengancam Akan Melenparkan Bahan Peledak, 10 Anggota Satpam PT. Baula Diperkarakan”
bakinonline.com

ANDOOLO – Bakinonline.com

Sepuluh (10) Anggota Satpam PT. Baula. mengancaman kelompok petani rumput laut, Dengan Kata-kata akan melemparkan bahan peledak, Kini harus berurusan dengan Polisi.

Kronologi :

Kasus pengancaman tersebut bermula ketika pihak Satuan Pengaman (Satpam) PT. Baula yang berjumlah sepuluh orang hendak menuju Jetty di laut Tinanggea menggunakan kapal/ tugboat, tidak lama kemudian datang sekelompok masyarakat yang mengaku petani rumput laut maksut  menghalangi kapal tugboat agar tidak masuk ke wilayah Jetty. Kemudian beberapa orang menutup mukannya dengan mengenakan topeng berusaha naik kapal tugboat tersebut.

Pihak Satpam PT. Baula berusaha mencegah agar orang yang mengenakan topeng tersebut tidak naik ke kapalnya, sambil mengancam dengan kata – kata akan melemparkan bahan peledak kepada kelompok  Erwin (orang-orang) yang menghalang-halani kapalnya.” Ungkap Fitrayadi mencertiakan awal  kejadian.

Fitryadi menambahkan, “karena Erwin Gayus (pimpinan)  dan anggotanya merasa  diancam, kemudian mereka melaporkan kejadian itu kepada Polres Konsel pada tanggal 24 Mei 2019 pada waktu dan hari insiden pengancaman terjadi. ” Fitryadi membeberkan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat reskrim) Konsel Iptu Fitrayadi saat ditemui awak media di ruang kerjanya. Menjelaskan, setelah menerima laporan dari kelompok masyarakat petani rumput laut dibawah pimpinan Erwin Gayus tertanggal 24 Mei 2019, Polisi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Beberapa barang bukti dan keterangan saksi telah berhasil dikumpulkan.

Dari hasil penyidikan Polisi dan gelar perkara, “Dari 10 orang yang  hanya 7 0rang yang memenuhi sebagai tersangka, saat ini berkas sudah dilimpahkan kepada kejaksaan,” paparnya.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, namun pihaknya tidak melakukan penahanan,  sebab ke 7 (tujuh) tersangka sangat kooperatif. Disamping itu ada jaminan dari Kepala Desa dan warga setempat secara teryulis melalui surat. bahwa para tersangka tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Lebih lanjut, “Namun demikian ke 7 tersangka harus menjalani kewajib lapor setiap Senin dan Kamis, itu yang wajib mereka lakukan, sambil nunggu proses berikutnya” ungkap Fitrayadi.

Media Bakinonlene mendesak, agar kasus ini segera ditindaklanjuti, agar segera ada putusannya. Sehingga tidak ada kesan diabaikan (menggantung). ?

* Edison- Bkn Sultra