Jakarta – Bakinonline.com

Terdakwa Setya Novanto tampak selalu menyembunyikan buku catatan pribadi miliknya saat duduk di kursi sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta (Januari yang lalu). Setiap sidang kasus korupsi proyek e-KTP digelar, Novanto selalu memegang Buku Saktinya, diduga buku itu berisi catatannya yang berkaitan dengan sejumlah orang-orang yang terlibat proyek e-KTP.

Mantan Ketua DPR RI  itu membaca buku hariannya sambil menunggu hakim. Saat ditanya alasannya, ia berdalih merasa khawatir tulisan tangannya yang ada di buku catatan pribadinya dikhawatirkan akan diketahui awak media.

“Sudah diumpetin. Kalian bisa tahu itu isinya kan. Pancing-pancing dari belakang, ketahuan, kesorot deh isinya,” kata Novanto saat berbicang dengan awak media saat istirahat.

Saat ditanya lebih lanjut soal buku catatannya, Novanto menolak menjelaskan,.mantan Ketua Umum Partai Golkar itu berusaha mengalihkan pertanyaan wartawan dengan hal-hal lain.  Pengacara Novanto, Maqdir Ismail, “mengatakan kliennya itu memiliki sejumlah nama pihak lain yang ikut menerima aliran dana dalam proyek e-KTP,” Magdir dalam ucapannta

Meski begitu, kata dia, Novanto belum memberi tahu nama-nama itu kepada pengacara. Rencananya, keterangan itu akan disampaikan langsung oleh Novanto sendiri nanti saat sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Mugnir menambahkan.

Sebelumnya, Novanto mengaku telah membuat catatan khusus mengenai bagi-bagi uang dalam proyek pengadaan e-KTP. Hal itu diungkapkan Novanto usai mendengar kesaksian Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam persidangan, Senin pekan lalu.

Novanto mengatakan, “ ia akan bercerita banyak tentang apa yang ada dalam buku catatan pada saat memberi keterangan sebagai terdakwa nanti.”

Nantikan selengkapnya, nyanyian Setya Novanto dalam buku saktinya.  (Redaksi Bakin)