Bandung, 25 Januari 2019 – bakinonline.com

Bertempat di GOR Jalan Jakarta Kota Bandung, kurang lebih berjumlah 500 orang masyarakat kota Bandung dan para santri, tokoh Ulama, para atlit, komunitas motor dan generasi melinia adakan acara Deklarasi Sukseskan Pemili 2019 dengan damai, sejuk dan aman, pada tanggal 17 mendatang, Jum’at (25/1/2019)

Hadir dalam acara tersebut Kapolda Jabar Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.S.I.,
Pangdam III/Siliwangi, Kepala Bappeda Jabar, Kadishub Jabar, Kadis PUPR Jabar, Kadis Kesehatan Jabar, Kepala Jasa Raharja Jabar, Ketua MUI Jabar, Ketua KPU Jabar, Ketua Bawaslu Jabar, Ketua KONI Jabar, Kapolrestabes/ Kapolresta/ Kapolres jajaran Polda Jabar.

Dalam sambutannya, Kapolda Jabar berharap. “Deklarasi ini, tidak dijadikan serimonial semata, akan tetapi harus  ditindaklanjuti  dengan wujud nyata untuk tunduk dan patuh terhadap peraturan, saling menghormati, menghargai serta memelihara persatuan dan kesatuan bangsa guna menjaga kondusifitas Kamtibmas dan mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk di wilayah hukum Polda Jabar.” Kapolda dalam pesannya.

Diingatkan pula, “bahwa Pemilu 2019 tinggal 82 hari lagi menuju pemungutan suara, yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019. Pada tanggal tersebut masyarakat Indonesia dan khususnya masyarakat Jawa Barat secara serentak akan melaksanakan pesta Demokrasi untuk memilih para pemimpin nasional selama periode lima tahun kedepan. Adapun setiap pemilih akan diberikan lima kertas suara, yaitu untuk Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.” Tambahnya

“Dinamika politik saat ini kian dinamis, lanjut Kapolda Jabar. Banyak cara dan upaya dilakukan untuk meraih kekuasaan dan legitimasi Rakyat, melalui isu-isu provokatif menyangkut isu-isu primodialisme, penyebaran hate speech, berita hoax, radikalisme, intoleransi dan terorisme, serta isu PKI melalui akun jaringan internet di media sosial ( facebook, twitter, Instagram, youtube).” Kapolda menginatkan

Lebih lanjut Kapolda, “Beberapa kasus saat ini sedang ditangani oleh Polda Jabar terkait dengan pembuat dan penyebar berita hoax sehingga dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, dan hal ini menurut Kapolda Jabar harus dihindari karena telah ada UU ITE  maupun Undang undang  lainnya sebagai payung hukum dalam berinteraksi komunikasi di media sosia. Kapolda mengakhiri sambutannya.   #  Darjono- Bkn