Maruli Silitongga
bakinonline.com

Bandung – bakinonline.com

Pada peringatan hari pahlawan 10 November 1961 saat pidato, Ir Soekarno berkata lewat pidatonya “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya” .Sudah saatnya kita mengingat,menghargai,dan belajar dari tokoh bangsa dimasa lalu ,untuk membangun generasi muda indonesia yang lebih baik.

Crew Bakinonline menyampaiakan. Hal ini tentunya menjadi inspirasi bagi semua, baik pemerintah, masyrakat juga para generasi muda, adalah Kapten Maruli Silotingga, seorang tokoh kemerdekaan yang saat ini bernaung di Legiun Veteran Republik Indonesia cabang Kotamadya Bandung, yang ditemui saat acara Milad BOS (Baraya Onthel Soreang) ke 11, Minggu ( 15/9/2019 ) di Dome Balerame komplek gedung Budaya Sabilulungan, jalan Al. Fathu Soreang.

Mengakhiri karir militernya di Yon 330 Kujang dan memasuki masa purna bhakti tahun 1981, semasa  aktif di kemiliteran berbagai operasi militer didalam upaya menegakan keutuhan NKRI beliau turut berkontribusi, termasuk penumpasan PRRI  ( Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia ) pimpinan Letkol Ahmad Husein di Padang Sumatera Barat tahun 1958, Permesta   ( Pemerintah Rakyat Semesta ) pimpinan Letkol Venjte Samual 1957, di Sulawesi, dan DI/TII, S.M Kartosuwiryo, Jawa Barat, tahun 1960 dan terakhir ikut didalam operasi militer di Timor Timur, semua itu beliau baktikan untuk keutuhan NKRI, dan  tahun 1955  pada Konferensi Asia Afrika, beliau bertugas sebagai pasukan pengamanan dan pengawalan bagi Presiden Indonesia Pertama , Ir. Soekarno.

Memasuki masa purna bakti pada tahun 1981 dan setelah itu bergabung di LVRI kotamadya Bandung karena pada saat itu dikabupaten Bandung belum terbentuk LVRI, sampai saat ini diusianya yang sudah mencapai 91 tahun, beliau masih kelihatan segar.

Bukan nilai uang yang kami harapkan tapi hargailah keberadaan kami dari para veteran ini, karena setidaknya perjuangan kami-kami ini didalam mempertahaan keutuhan NKRI menjadi sebuah inspirasi untuk kemajuan negara saat ini, isilah kemerdekaan ini dengan hal-hal yang terabaik untuk kepentingan bangsa ini, ujar Maruli.

Sakit rasanya dada ini tatkala para generasi penerus ini tidak berjuang untuk kelangsungan dan kemajuan negeri ini , dulu kami berjuang dengan senapan dengan resiko nyawa diujung senjata musuh, kini para generasi muda tinggal menikmati jerih perjuangan kami-kami, berbuatlah yang berarti bagi bangsa dan negeri yang kita cintai dengan karya yang berguna untuk seluruh warga negara dan negeri ini, harapnya.

Dalam obrolannya beliaupun menumpahkan kekecewaan ,terkait  perilaku seseorang wakil rakyat yang kini menjadi anggota DPR RI dari satu partai besar dinegeri ini, diutarakan , ” Pada saat dia mempunyai keinginan dan berniat menjadi calon anggota dewan , berkali- kali datang meminta dukungan, dan ketika telah tercapai semua keinginannya , ketika  bertemupun tak pernah menoleh bahkan hanya sekedar untuk menyapa, padahal saya tidak mengharapkan penghargaan dalam bentuk finansial, keinginan saya hanyalah untuk mempererat tali silaturahmi, karena secara finansial saya ini mempunyai gaji plus ditambah tunjangan yang cukup untuk hidup saya dimasa tua ini, yang saya minta hargailah dan hormati kami- kami ini sebagi manusia layaknya. harapnya.

# Sulaeman