Semarang – bakinonline.com

Ma’aruf Amin menyampaikan bahwa posisinya kini sebagai cawapres menjadi penghargaan untuk NU. Ma’aruf kemudian melontarkan canda bahwa jika ternyata kalah bisa jadi ada yang kapok menggandeng NU.

“Ini penghargaan untuk NU. Masih diperhitungkan, supaya elektabilitas tinggi,” ujar Ma’ruf.

Hal ini disampaikan Ma’aruf saat berkunjung ke Pesantren Al-Itqon Bugen Semarang, Jl.  KH. Abdurrosyid, Tlogosari Wetan, Pedurungan, Kota Semarang, Senin (4/2/2019).

“Kalau nggak menang, kapok ngajak NU. Kalahan,” lanjut Ma’aruf sambil tertawa.

Pernyataan Ma’ruf ini juga disambut tawa para hadirin yang ada di ruangan tersebut.

“Saya harap kalau ini berhasil saya jadi wapres, nanti akan ada presiden dari NU,” katanya.

Hari ini dan Selasa besok, Ma’aruf Amin keliling di Jawa Tengah. Rencananya siang ini ia juga akan ke pondok pesantren Al Fadlu wal Fadhilah, Kabupaten Kendal untuk bertemu KH. Dimyati Rois.

Sebelumnya Ma’aruf menyebutkan bahwa perjalanannya menjadi cawapres merupakan hijrah.

“Padahal Rois Am PBNU, ketua MUI, saya nyaman di situ, habitat saya di situ. Calon Wakil Presiden itu namanya hijrah dari jalur kultural ke struktural, walau isinya sama, menjaga agama dan menjaga Negara, jalurnya saja yang beda,” tutur Ma’aruf.   # Red. Bakin