Bakinonline.com BPN Prabowo-Sandi mengkritik keras banjir yang melanda tol Ngawi-Kertosono di wilayah Madiun menuju Surabaya.

Tanggapan TKN Jokowi-Ma’ruf Amin atas kritik tersebut.

“Jalan tol di manapun tidak dapat terhindarkan dari banjir apabila luapan sungai menggenangi kawasan yang sangat luas, termasuk di antaranya ada jalan tol seperti yang terjadi di ruas tol Ngawi-Kertosono,” kata Tim Penugasan Khusus TKN, Nusyirwan Soejono, kepada wartawan, Kamis (7/3/2019).

Nusyirwan mengatakan wilayah terdampak banjir di Jawa Timur mencapai 35 desa dari 7 kecamatan. Penyebab banjir adalah luapan sungai yang ada di wilayah tersebut. Jadi, dia melanjutkan, tol di Madiun terdampak banjir karena bencana, bukan kesalahan konstruksi.

“Hal yang sama pernah terjadi pada tahun 2007 di jalan tol yang menuju Bandara Soekarno-Hatta, yang selama beberapa waktu tergenang setinggi lebih dari 1 meter dan sempat mengacaukan trafik ke Bandara, dan saat ini sudah ditinggikan,” kata politikus PDIP ini.

“Lokasi banjir tersebut juga tidak hanya di jalan tol, tetapi meliputi wilayah yang sangat luas,” imbuh Nusyirwan soal banjir di Tol Ngawi-Kertosono.

Tim Penugasan Khusus TKN lainnya, Inas Nasrullah Zubir, mengkritik balik BPN. Dia menyebut banjir yang disebabkan oleh bencana alam itu dipolitisasi oleh BPN.

“Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Madiun meluas jangkuannya hingga ruas jalan Tol Madiun yang dikelola PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) bukan karena kesalahan rancang bangun, tapi murni bencana alam yang tidak bisa dihindari,” ujar Inas.

Secara konstruksi, kata Inas, tak ada yang salah dengan tol tersebut. Bagi Inas, BPN ingin membuat kesan kebanjiran tol tersebut karena kesalahan konstruksi.

“Padahal yang salah adalah cara berpikir Prabowo Subianto yang sesat, yang kemudian diadopsi kesesatannya oleh anak buah Prabowo di BPN, di mana apapun yang dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi salah melulu, padahal sebenarnya, Prabowo Subianto sudah sangat lelah alias iri hati melihat keberhasilan pembangunan di era Jokowi ini,” pungkas Inas.

Banjir di Tol Ngawi-Kertosono, tepatnya di Simpang Susun Madiun, dikritik oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Peristiwa itu dianggap memalukan.

“Ini pasti ada yang keliru, juga memalukan ya. Karena dengan kecanggihan teknologi dan informasi, negara lain dapat saksikan terjadi banjir di Jalan Tol Trans Jawa yang dibangga-banggakan pemerintah sebagai keberhasilan program politik pemerintah,” kata Juru Bicara BPN dan Tim Pakar Bidang Infrastruktur Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara lewat keterangan tertulis, Kamis (7/3/2019).   # Tardi – Bkn Madiun