Jakarta – bakinonline.com

Anggota Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Vincent Mariano menilai perhatian Komisi Pemilihan Umum (KPU) terhadap penyandang disabilitas terkait penyelenggaraan Pemilu 2019 sudah semakin baik.

Namun, khusus pada Pemilu 2019 ini, ia meminta KPU memberikan perhatian lebih karena banyaknya surat suara yang harus dicoblos pada 17 April 2019 nanti. Banyaknya surat suara ini karena Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden digelar serentak, sehingga pemilih harus mencoblos sebanyak lima surat suara.

“Selama ini Pilpres sama Pileg terpisah, kita kan otomatis sekarang jadi satu. Itu otomatis surat suaranya nambah lagi, itu yang perlu perhatian pemerintah terutama pemilih disabilitas dalam menggunakan hak suaranya,” ujar Vincent di Gedung Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2019).

Vincent meminta KPU agar selalu mengingatkan kepada panitia pemungutan suara yang ada di TPS untuk memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas agar bisa menggunakan hak memilihnya.

“Pemilih disabilitas memiliki hak yang sama dengan pemilih non-disabilitas,” ucapnya.

Dalam acara ini, selain menggelar simulasi Pemilu 2019, KPU juga melakukan sosialisasi pendidikan pemilih bagi penyandang disabilitas.

Ketua Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Disabilitas, Heppy Sebayang mengatakan undang-undang telah memberi jaminan kesamaan hak dan kesempatan bagi setiap warga negara, khususnya kepada penyandang disabilitas untuk bisa memilih, untuk dipilih dan untuk menjadi penyelenggara pemilu.

Kata Heppy, beragam informasi terkait Pemilu 2019 sangat lah perlu untuk diketahui oleh penyandang disabilitas seperti waktu pemilihan dan bagaimana nanti proses pemungutan atau penghitungan suara di TPS.

“Dengan kegiatan ini peserta diharapkan akan memperoleh banyak informasi terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2019 dan dapat secara langsung melakukan kegiatan simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS,” pungkas Happy.  # Red. Bakin