Jakarta – bakinonline.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan telah menentukan tersangka, terkait penggeledahan di ruang Bupati Jepara Ahmad Marzuqi,  namun KPK belum mengungkap siapa nama-nama yang dijadikan tersangka.

“Tentu sudah ada tersangkanya. Tapi siapa yang jadi tersangka belum bisa disampaikan secara dini, karena tim masih butuh melakukan beberapa kegiatan pendahuluan,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa, (4/12/2018).

Ia menekankan, penyidik KPK masih melakukan tahap awal terkait kasus suap putusan Praperadilan atas SP-3 dari Kejaksaan Tinggi Jateng Tahun 2017, selain itu, Febri pun masih bungkam soal rencana penggeledahan selanjutnya.

“Nanti kalau sudah selesai baru bisa disampaikan karena di beberapa lokasi itu kami duga ada bukti-bukti yang perlu dikumpulkan dan dianalisis terlebih dahulu,” Febri menyampaikan.

Dari penggeledahan ruang Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, selama dua jam, KPK menyita sejumlah berkas dan salinan surat keputusan pengangkatan bupati. Dan Marzuki pun dimintai keterangan.

Dia mengaku kedatangan petugas KPK berkait perkara praperadilan kasus penyelewengan dana bantuan politik (banpol) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tahun 2011 hingga 2013 sebesar Rp79 juta, kala itu, Marzuqi sebagai ketua DPC PPP Jepara dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Pada praperadilan, dan perkara tersebut Marzuqi menang.

“Saya diduga menyuap, ada main dengan hakim. Padahal, saya bertemu dengan hakimnya saja tidak pernah, kenal saja tidak,” Kata Marzuqi di rumah dinasnya, di Jepara.

Marzuqi menerangkan, kasus tersebut dilaporkan ke KPK pada 2017. Sejak dilaporkan, Marzuqi sudah dua kali dipanggil K., Namun dia tidak pernah hadir.

Dia menerangkan alasan ketidak hadirannya. “Pertama karena saya sakit. Kedua karena ada kepentingan dan sudah saya percayakan kepada orang,” Ujar Marzuqi dalm penjelasannya.      # Red. Bkn