kriminal
bakinonline.com

Jakarta – bakinonline.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap buronan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang juga mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi, Senin (1/6/2020).

Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango kepada awak media membenarkan kabar penangkapan tersebut. Nurhadi ditangkap bersama menantunya Rezky Herbiyono yang kemudian diinisialkan dengan RH.

“Terima kasih dan penghargaan kepada rekan-rekan penyidik dan unit terkait lainnya yang terus bekerja sampai berhasil menangkap NHD (Nurhadi) dan menantunya RH,” ujar Nawawi, Senin (1/6/2020).

Nurhadi dan menantunya diamankan di sebuah rumah di daerah Jakarta Selatan. Penangakapan tersebut, kata Nawawi, sekaligus membuktikan bahwa KPK terus bekerja dalam kasus tersebut.

Dalam kasus suap perkara di MA diketahui KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Ketiga tersangka tersebut merupakan mantan Sekretaris MA, Nurhadi; menantu Nurhadi, Rezky Herbiono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Nurhadi dan kedua tersangka lainnya mangkir dalam sejumlah panggilan KPK, membuatnya berstatus buron atau daftar pencarian orang (DPO) KPK. Ketiganya juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri. Sedangkan Hiendra Soenjoto masih dalam DPO KPK.

Nurhadi dan Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA pada tahun 2011-2016. Terkait kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga juga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.   (umr/bkn/jkt)