Jakarta, 24 Januari 2019 – bakinonline.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan kepada Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Iman Nahrawi sebagai saksi dalam kasus dugaan suap proyek dana hibah Komite Olah Raga Nasional (KONI).

“Hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap Menpora sebagai saksi,” ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 24 Januari 2019.

Febri belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait pemanggilan tersebut, termasuk agenda dari pemeriksaan Iman Nahrawi.

Sebelumnya, KPK sudah memeriksa beberapa petinggi Kemenpora, mulai Inspektorat Jenderal Kemenpora hingga asisten pribadi Imam Nahrawi, Miftahul Ulum.

Dalam perkara ini penyidik KPK juga telah menggeledah ruang kerja Imam Nahrawi. Dari penggeledahan ruangan itu, KPK menyita dokumen dan proposal terkait dana hibah. Ruang kerja Imam digeledah karena mekanisme pengajuan proposal dana hibah mesti melalui Menpora.

Kasus ini terungkap setelah adanya penangkapan sejumlah pejabat Kemenpora dan KONI dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Selasa, 18 Desember 2018. Setelah penangkapan itu, lembaga antirasuah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Dua di antaranya adalah Hamidy dan Bendahara Umum KONI Jhonny E. Awuy sebagai tersangka pemberi suap.

Tiga orang tersangka lain dari Kemenpora, yaitu Deputi IV Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen di Kemenpora, Adhi Purnomo dan Staf Kementerian Kemenpora Eko Triyanto. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

KPK menduga Adhi Purnomo dan Eko menerima suap sedikitnya Rp 318 juta dari pejabat KONI terkait penerimaan dana hibah dari pemerintah yang diberikan melalui Kemenpora. Sementara, KPK menyangka Mulyana menerima duit suap dalam kartu ATM sebanyak Rp 100 juta. KPK menduga sebelumnya Mulyana telah menerima 1 unit mobil Toyota Fortuner pada April 2018, Rp 300 juta pada Juni 2018 dari Jhonny E. Awuy dan 1 telepon genggam Samsung Galaxy Note 9 pada September 2018.   # Red. Bakin