Bandung, 7 Januari 2019 – bakinonline.com

Satuan Tugas (Satgas) Anti Rentenir Kota Bandung dibentuk sejak 14 Desember 2017, hingga saat ini telah menangani sebanyak 1.100 pengaduan dan mengadvokasi 134 pengaduan. Dan dari jumlah tersebut sebanyak 28 pengaduan bisa dialihkan utangnya (take over) melalui mitra Satgas Anti Rentenir Kota Bandung.

Ketua Harian Satgas Anti Rentenir Kota Bandung Saji Sonjaya mengatakan. saat Satgas Anti Renternir Kota Bandung bertemu Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, Senin (7/1/2019), di Balai Kota Bandung.

Menurut Saji, satgas memiliki komite khusus yang memutuskan tindakan terbaik atas kasus-kasus yang dilaporkan. Rapat komite digelar setelah adanya pengaduan dan verifikasi atas laporan tersebut. Jika memenuhi syarat, Rapat Komite akan menerima laporan dan menindaklanjutinya dengan mediasi dan advokasi.

Rata-rata masyarakat sebagai korban datang ke satgas, minta utangnya dibayarkan. Padahal satgas bukan lembaga keuangan pembayar hutang, melainkan hanya mencari solosi dengan cara  di-take over kepada mitra-mitra Satgas, jadi tigas Satgas hanya menjembatani dan mencari solusi dalam penyelesaiannya.

Saat ini Satgas Anti Renternir Kota Bandung sudah bermitra dengan : Baznas, Koperasi Sumber Bahagia, Koperasi Kebal (Keluarga Besar Al-Muttaqin), BMT Insan Kamil, dan BPR Kota Bandung.

Saji mengungkapkan, satgas mendorong agar warga masyarakat bisa menyelesaikan persoalan utangnya secara mandiri melalui pendampingan dan pembinaan. Hingga kini, ada 924 pelapor yang menyelesaikan kasusnya secara mandiri.

Bagi warga yang membutuhkan layanan Satgas Anti Rentenir, warga bisa datang langsung ke kantor Satgas Anti Rentenir di Jalan Soekarno No. 1 (Gedung Merdeka) atau melalui call center di 08112131020.

Sementara itu Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta, Satgas Anti Rentenir semakin konsisten dalam membantu korban rentenir terbebas dari jeratan utang  (Linta Darat),  Menurutnya, konsistensi inilah yang dapat membuat lembaga ini semakin dipercaya.

Oded pun memuji kinerja satgas yang diketuai oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM), Priana Wirasaputra. “Saya sangat mengapresiasi dan ini harus terus dilanjutkan,” kata Oded.

 Ia menekankan kepada satgas untuk bekerja seoptimal mungkin menghadirkan rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat. Hal tersebut menjadi kunci peran pemerintah dalam melayani kepentingan warga mansyarakat Kota Bandung.

“Kuncinya adalah memberikan rasa adil. Jika itu sudah bisa dilakukan Satgas Anti Rentenir, insya Allah ke depannya kita akan baik,” pungkasnya     # Darj- Bkn kota Bdg