Jakarta – Bakinonline.com

Partai Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN bersiap melawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pilpres 2019. Keempat partai itu bakal membentuk Koalisi Berasatu.

Rencana pembentukan koalisi itu awalnya dikemukakan oleh Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan. Ia menyatakan partainya kembali membuka komunikasi dengan Gerindra.

“Komunikasi poros ketiga masih terus berjalan, baik dengan PKS, PKB, PAN, sekarang mulai lagi dengan Gerindra dan dengan partai-partai lain juga kita ngobrol,” ujar Hinca beberapa waktu yang lalu di Senayan.

Kemudian, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade pun tak membantah soal rencana koalisi keempat partai itu. Namun hingga saat ini belum ada pencapaian dalam kesepakatan bersama.

“Nanti setelah semuanya sepakat koalisi, tentu akan ada pertemuan Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat,” ujar Andre kepada wartawan.

Andre menyebut rencana koalisi itu terlihat dari keakraban antara elite Gerindra, PAN dan Demokrat dalam sebuah foto saat acara peringatan 20 tahun reformasi di DPR. Ia pun menghubungkan rencana koalisi keempat partai itu dengan pertemuan antara Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno dan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beberapa waktu lalu.

“Bagaimana kita melakukan power sharing, karena tidak mungkin hanya satu-dua partai saja yang dominan,” kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan.

Rencana koalisi ini semakin menguat seiring dengan pertemuan antara Ketua umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Wakil ketua umum Gerindra, Ferry Juliantono berharap pertemuan kedua tokoh itu seperti Mahathir Mohamad- Anwar Ibrahim yang berhasil menumbangkan rezim Najib Razak di Malaysia.

“Diharapkan Koalisi ini seperti pertemuannya oposisi-oposisi di Malaysia yang bergabung untuk mengalahkan rejim yang berkuasa, harapannya,” ujar Ferry di Hotel Atlet Century Jakarta Pusat.

Sedangkan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid juga menyatakan Demokrat menjalin komunikasi dengan partainya. Komunikasi itu terkait pilpres 2019.

“Kami menghormati sikap dari Demokrat yang komunikasi dengan partai Gerindra dan kami pun ada komunikasi dengan Demokrat,” kata Hidayat Nur Wahid di kompleks parlemen, Senayan.

“Demokrat ada komunikasi dengan PKS sebagaimana Demokrat juga berkomunikasi dengan Gerindra, Gerindra dengan PKS,” Hidayat menyampaikan.

Demokrat pun menanggapi harapan PKS itu. Menurut Demokrat, waktu yang akan menjawab soal siapa yang bakal maju sebagai capres dan cawapres lewat koalisi yang masih belum mencapai kata sepakat itu.

“Kami sampaikan, PKS tidak perlu merespons pertemuan Gerindra dengan Demokrat secara berlebihan. Santai saja, nanti waktu menjawab. Ingat pepatah, takkan lari gunung dikejar,” kata Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean.  (Redaksi Bakin)