Ketua Komisi D. DPRD Kab. Bandung,
bakinonline.com

Kab. Bandung – Bakinonline.com

DPRD kabupaten Bandung melalui komisi D, sedang mengevaluasi terkait sistem PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) dengan sistem ” zonasi ” , hal ini perlu kajian lebih mendasar lagi, memang penerapan sistem zonasi ini dinilai bagus dan positif , yaitu untuk meningkatkan pemerataan dan menghindarkan sekolah pavorit dan sekolah unggulan, demikian dijelaskan Ketua komisi D, Maulana Fahmi saat ditemui di ruang fraksi PKS Jum’at (1/11/2019).

Dikatakan Fahmi, “Kebijakannya seperti apa ?, karena pasti setiap daerah ada masalah – masalah yang berbeda, langkah awal kita di DPRD yaitu akan merevisi kebijakan itu, ini sejalan juga dengan langkah yang diambil di DPR pusat, sebetulnya sistem zonasi ini bagus, disatu sisi untuk menghindarkan sekolah favorit dan unggulan serta untuk pemerataan, tapi disisi lain merepotkan juga.

Ada beberapa faktor sebagai penunjang untuk keberhasilan, sistem zonasi ini yaitu, pertama kurikulum , tetapi kurikulum ini bersifat defens dari atas, kedua SDM yakni para pengajar yang qualified dan ketiga pemerataan infrastruktur dengan tersedianya sarana dan prasarana diberbagai wilayah, ungkap Fahmi.

Selama ini ada sekolah – sekolah favorit, infrastrukturnya bagus, pengajar bagus, tetapi tiba-tiba ingin ada pemerataan dan ternyata secara nyata dilapangan tidak siap juga, selama ini di pusat menginginkan untuk bidang pendidikan ini menuju ke arah 4.0 ( four point zero ) ini bagus, tetapi kemampuan didaerah seperti apa.? ujarnya.

Menyikapi masalah sertifikasi guru, Fahmi mengomentari, Menurut saya masalah sertifikasi guru ini, kurang tepat sasaran, saat ini melalui beberapa prosedur dan tahapan tertentu para guru mendapatkan sertifikasi ini dan mendapatkan uang, dan uangnya inipun digunakan mereka secara konsumtif, tetapi tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan kualitas pendidikan, kata Fahmi.

Disinggung pentingnya penyisipan pengembangan pelajaran tentang budaya lokal melalui jalur pendidikan, Fahmi menjelaskan, Saya sangat setuju, apabila pengembangan budaya lokal menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah – sekolah , karena filosofi dari muatan budaya lokal ini mempunyai nilai – nilai yang luhur  yakni kebersamaan dan tenggang rasa juga persaudaraan, hal ini harus di perkenalkan kepada para peserta didik, pungkasnya.

# Slmn- Bkn