Persatuan & Bhinneka Tunggal Ika, “ Tak Perlu Dikhawatirkan ”

0
238

OPINI  (bakinonline.com),  Bandung 14 Februari 2017

Sampai saat ini semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, kerukunan antar umat beragama dan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia masih berjalan dengan baik dan ” Tak Perlu Dikhawatirkan “.

Hal ini dapat kita lihat dari aksi-aksi damai yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) dan umat Islam Indonesia dengan jumlah jutaan umat yang mengikuti aksi damai  di ibukota Jakarta untuk mengawal penuntutan Basuki Djahaja Purnama (Ahok) yang disangkakan atas  perbuatan penodaan agama Islam dan penghinaan terhadap Ulama agar dijalankan secara adil, selama tidak ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memancing situasi dan menungganginya ternyata bisa berjalan dengan baik dan tertib.

Dan Ini bisa kita lihat kembali dalam Aksi Super Damai pada tanggal 11 Februari 2017 (11.2) yang lalu, diprediksi akan terjadi anarkis, ternyata tidak terbukti. Dalam acara yang dimulai dari sholat Subuh berjemaah, kuliah subuh, ceramah dan  Do’a bersama untuk keselamatan bangsa yang dipusatkan di Masjid Istiqlal Jakarta, yang diakhiri dengan sholat Zuhur bersama, bisa berjalan dengan tertib dan lancar.

Bahkan diluar Masjid Istiqla, peserta Aksi Super Damai melakukan pekerjaan yang  luar biasa dan sangatlah terpuji membantu pasangan calon penganten yang akan melaksanakan acara pernikahannya menuju ke gereja Katedral diberikan jalan dan dikawal sampai tempat tujuaannya.

Selama tidak ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi untuk kepentingan politiknya dengan cara-cara yang tidak semestinya, Insyaallah Indonesia akan tetap bersatu, tidak mudah dipecah belah dan akan tetap damai.

Selama kurang lebih 360 tahun bangsa kita dijajah dan diadu domba oleh penjajah. Para Pendahulu kita dengan susah payah dan mengorbankan jiwa, raga, orang tua, anak, istri, saudara yang mereka sayangi dan dengan harta benda yang tidak sedikit untuk kemerdekaan Negeri ini. Kita sebagai generasi pewaris Negeri ini tidak akan rela kalau ada pihak-pihak tertentu yang mengusik ketenteraman dan Ke Bhinnekaan bangsa ini dengan menghalalkan segala cara yang kurang terpuji, untuk kepentingan kekuasaan sesaat, dengan mengadu domba antar agama dan memcah belah suatu agama dan suku serta mengorbankan rakyatnya.

Semoga peristiwa masa lalu tidak akan terulang kembali di Negeri ini, masyarakat sudah cerdas dan dapat membedakan mana yang benar dan mana yang rekayasa, Kita masyarakat Indonesia berhak dan harus ikut berpartisipasi sebagai peran serta masyarakat yang dilindungi oleh undang-undang untuk mengawal pemerintah dan penyelenggara negara sebagai amanat rakyat agar dapat menjalankan tugas mulia tersebut secara baik dan benar, juga ikut berpartisipasi menciptakan pemerintah yang bersih dan berwibawa dalam mensejahterakan rakyatnya dengan bijaksana dan secara adil.

“Bumi tanah air Indonesia dan kekayaan yang ada harus  untuk kesejahteraan dan kemakmuran Rakyat Indonesia, bukan untuk untuk bangsa lain”,  Sudarjono menegaskan sebelum menutup pembicaraannya,  (Ari-Bakin).