bakinonline.com

Bandung, 1 juni 2017

Bukan cuma terdapat dalam bahan makanan basah seperti mie dan tahu, jajanan anak di sekolah juga tak luput dari ancaman bahan kimia berbahaya. Dari hasil pengambilan sampel rutin yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dalam beberapa tahun terakhir, ada empat jenis bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam makanan, yakni formalin, boraks, pewarna rhodamin B, dan methanyl yellow.

Banyak zat pewarna tekstil yang digunakan dan berakibat pada gangguan kesehatan, seperti zat rhodamin-B adalah pewarna sintetis yang digunakan pada industri tekstil dan kertas, berbentuk serbuk kristal merah keunguan, dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar dapat menyebabkan gangguan fungsi hati atau kanker hati, zat tartazine dan Methanil yellow adalah zat warna sintetis berwarna kuning kecoklatan dan berbentuk padat atau serbuk, Pewarna ini digunakan untuk pewarna tekstil dan cat dapat menyebabkan tumor di ginjal dan adrenal, zat quinoline yellow dan zat carmine menyebabkan anak menjadi hiperaktif dan menimbulkan reaksi alergik, zat erythrosine dapat menyebabkan tumor thyroid, zat amaranth dapat menyebabkan kanker dan keracunan yang mempercepat kematian.

Makanan Berpewarna Tekstil masih Beredar di Masyarakat, Sejumlah makanan mengandung bahan berbahaya pewarna tekstil/rhodamin B terdapat pada berbagai jenis makanan yang banyak dikonsumsi anak-anak karena dijual di sekolah-sekolah seperti saos, sirup, krupuk, arum manis, kornet, roti, cendol, dan permen, minuman ringan seperti limun,kue, gorengan, kerupuk, dan saus sambal. Penggunaan bahan pewarna tekstil sangat berbahaya karena bisa memicu kanker; kanker kelenjar getah bening. Salah satu jenis kanker terganas, serta merusak ginjal dan hati.

Ciri- ciri Makanan Menggunakan Pewarna Rhodamin B dan Methanyl Yellow seperti yang terdapat pada saos, kerupuk, agar-agar (jelly), minuman ringan, sirup, es puter dan jajanan basah dll, Warnanya sangat mencolok, cerah mengilap, warnanya tidak homogen (ada yang menggumpal) akan Ada sedikit rasa pahit Muncul rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya.

Ciri-ciri Makanan Mengandung Boraks seperti Mi Basah Teksturnya kental, lebih mengilat, tidak lengket, dan tidak cepat putus. Bakso Teksturnya sangat kental, warna tidak kecoklatan seperti penggunaan daging, tetapi lebih cenderung keputihan. Lontong, teksturnya sangat kenyal, berasa tajam, sangat gurih, dan memberikan rasa getir. Kerupuk Teksturnya renyah dan bisa menimbulkan rasa getir.

Ciri-ciri Makanan Mengandung Formalin seerti mie basah Tidak lengket, lebih mengilap, tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar, dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celsius). Tahu Teksturnya terlampau keras, kenyal tetapi tidak padat dan tidak rusak sampai 3 hari dalam suhu kamar dan bisa tahan 15 hari dalam kulkas. Ikan terlihat Warna insang merah tua tidak cemerlang, bukan merah segar, dan warna daging ikan putih bersih. Tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar. Ikan asin terlihat Bersih cerah dan tidak berbau khas ikan asin. Tidak dihinggapi lalat di area berlalat, tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu 25 derajat celsius. Bakso yang teksturnya sangat kenyal, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar. Ayam teksturnya kencang, tidak disukai lalat, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar.

Sebagai konsumen, hendaknya kita harus selalu waspada dan cermat dalam memilih jajanan dan makanan. Pada umumnya bahan tambahan yang tidak di anjurkan dan hal tersebut di atur dalam undang-undang pangan terdapat pada produk hasil pertanian,makanan jajanan,dan lain sebagainya apalagi formalin yang sangat bahaya bagi tubuh. (REDAKSI BAKIN TRC)