Jakarta, 27 Juli 2018 – (bakinonline.com)

Enam anak mantan Presiden Soeharto muncul bersama dalam sebuah foto keluarga. Mereka nampak kompak berpose bersama di depan foto mendiang orangtuanya, Soeharto dan Raden Ayu Siti Hartinah (Bu Tien).

Kekompakan ini cukup mengejutkan karena setelah Soeharto lengser, mereka dikabarkan satu sama lainnya tidak akur.

Ketua DPP Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang mengatakan, foto tersebut merupakan bukti mereka tetap kompak dan selalu akur. Dan Ingin meneruskan cita-cita Bapak Pembangunan Nasional.

“Dengan Berkarya mereka sudah bersatu, buktinya mereka gabung,” ujar Badaruddin kepada  awak media diJakarta, Jumat (27/7/2018).

Tak hanya itu, tiga orang di antara mereka juga menggebrak perekonomian Tanah Air dengan masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Yaitu :  Bambang, Tutut, dan Tommy.

Menurut daftar yang dirilis Globe Asia, “total harta 3 anak Soeharto ini melebihi USD 1,125 miliar atau sekitar Rp 16,25 triliun (kurs USD 1 = Rp 14.450).”

Tutut yang merupakan putri sekaligus anak pertama berada di peringkat 130 dalam daftar tersebut. Hartanya ditaksir mencapai USD 205 juta atau sekitar Rp 2,9 triliun. Kekayaan tersebut  bertambah USD 5 juta jika dibandingkan tahun lalu.

Nama Tutut memang sudah terkenal di dunia bisnis dan politik, menurut Globe Asia, “kekayaan Tutut berasal dari PT Citra Lamtoro Gung Persada yang bergerak di proyek properti, pengelolaan jalan tol hingga investasi.”

Sedangkan Bambang Trihatmodjo terkenal lebih low-profile, nama Bambang muncul di peringkat 124 dengan taksiran kekayaan mencapai USD 250 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun.

Berbeda dengan sang kakak, harta Bambang justru tergerus sekitar USD 10 juta jika dibandingkan tahun lalu. Kekayaan pria berusia 64 tahun ini berasal dari PT Asriland yang bergerak di bidang properti.

Sementara Tommy Soeharto, putra bungsu dari Soeharto, merupakan anak terkaya dari Presiden RI ke-2. Tommy berada di peringkat 60 dengan harta senilai USD 670 juta atau sekitar Rp 9,7 triliun. Dalam setahun terakhir, kekayaan pria berusia 56 tahun itu bertambah USD 10 juta.

Bila dilihat sejarahnya, sudah banyak bisnis-bisnis yang dikelola Tommy berkat statusnya sebagai anggota keluarga Cendana, mulai dari mobil nasional (Timor) dan cengkeh. Hartanya berasal di bidang properti lewat Humpuss Group yang memiliki sejumlah hotel.

Pengamat politik Muhammad Qodari mengatakan, sejak dulu, keluarga Cendana memang berkiprah dalam dua bidang, politik dan wirausaha.

Manuver dan pencapaian anak-anak Soeharto saat ini, belum bisa disebut sebagai kebangkitan Dinasti Cendana. Belum ada bukti nyata, keluarga Cendana dan Partai Berkarya bakal berjaya.

Mereka juga belum memiliki strategi politik yang matang (belum nampak). Terlebih sesuai dengan karakter dalam berpolitik, Partai Berkarya relatif pasif, dan masih berbentuk embrio. (Redaksi Bakin)