Bandung, 2 Agustus 2017  (bakinonline.com)

Heboh setelah dibongkarnya sendikat kejahatan Tingkat Tinggi Internasional “Cyber Crime” di beberapa kota besar di Indonesia seperti di Bali, Surabaya dan Jakarta.

Diperkirakan kejahatan ini sudah berjalan cukup lama yaitu sekitar bulan Januari  2017 yang lalu, yang  dilakukan oleh warga negara asing (WNA), antara lain dari Taiwan dan China dengan sasaran korbannya warga negara China yang ada di Indonesia dan di China.

Dipilihnya Indonersia sebagai markas besar Cyber Crime, karena Indonesia mempunyai letak geografis yang luas sehingga diperkirakan Polisi akan sulit untuk melacaknya, dan akses untuk mendapatkan jaringan internet mudah didapat.

Modus penipuan :

Komplotan kejahatan Cyber Crime ini, ada yang berpura-pura menjadi aparat polisi, jaksa dan hakim (sebagai aparat penegak hukum gadungan), yang menguatkan bahwa para korbannya tersangkut sejumlah kasus pelanggaran.  Dan anggota komplotan lainnya menghubungi korbannya untuk membantu menyelesaiakan kasus yang menimpanya  dengan meminta sejumlah uang.

Disatu tempat TKP di Surabaya dalam operasi kejahatannya dapat mengeruk uang sebesar Rp 5,9 triliun.  Kini 92 anggota sindikat telah diamankan pihak Polisi dan langsung dibawa ke Polda Metro Jaya Jakarta untuk dikumpulkan dengan sedikat lainnya yang telah diamankan.

Yang jadi pertanyaan :  “ Para korban ini kemungkinan besar memang melakukan tindak pelanggaran di Indonesia,  sehingga mereka mau mengeluarkan sejumlah uang untuk menyelesaikan kasusnya “ ?.  Semoga dengan dibongkarnya komplotan Cyber crime ini, Kepolisian kita dapat mengukap para pelanggar hukum Warga Negara Asing (WNA) di Indonesia, mari kita tunggu hasilnya. (Darjono Bakin)