Bandung, 18 Februari 2018  (bakinonline.com)

Indonesia menjadi sasaran empuk peredaran barang haram narkoba, sindikat internasional, hususnya Cina, “Di tahun 2016 saja ada delegasi dari Cina yang datang ke BNN untuk memberikan informasi kalau ada ratusan ton narkoba masuk ke Indonesia dari Negeri Tirai Bambu.”

“Delegasi dari Cina pada 2016 datang ke BNN, narkoba yang keluar dari Cina yang terindikasi akan masuk ke Indonesia itu kurang lebih 250 ton,” ujar Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Pol Johny P Latupeirissa di Gedung BNNP DKI, di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/2).

Johny menambahkan, warga Cina sebenarnya jarang sekali mengkonsumsi narkoba. Malah narkoba yang mereka produksi kebanyakan dijual ke Indonesia.
“Mereka sekarang membuat candu dan mengirimnya ke Indonesia melalui sindikat-sindikatnya tapi mereka sendiri jarang menggunakan narkoba,

Selain itu menurut Johnny, bisnis narkoba masih yang paling “seksi” di Indonesia. Ia mengungkapkan hal tersebut ketika bertemu pengelola tempat hiburan malam. “Bisnis narkoba bisnis yang paling seksi dan paling luar biasa,” ucap Johny.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan 11 negara menyuplai narkoba ke Indonesia. Mereka menyelundupkan narkoba ke Tanah Air melalui 72 jaringan internasional.

Darjono, Crew Bakinonline menyampaikan. “Ada 11 negara menyuplai narkoba ke Indonesia. Narkoba itu muaranya di Indonesia. Ini fakta yang terjadi saat ini,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Budi Waseso di Batam, Jumat 7 Januari 2017 seperti dilansir dari Antara.

Dia mengatakan, sindikat terbesar penyuplai narkoba itu berasal Tiongkok. Selain itu, ada jaringan dari kawasan Afrika, Amerika Latin yang memasok narkoba ke Indonesia.

Oleh karena itu, lanjut dia, BNN mengajak semua pihak agar peduli dan sama-sama memerangi peredaran gelap narkoba yang sudah merajalela di Indonesia. “Tanpa adanya oknum-oknum yang terlibat tidak mungkin itu terjadi. Jadi butuh komitmen semua lembaga untuk membasminya,” kata Ketua BNN Budi Waseso.  (Redaksi Bakin)