bakinonline.com

 

Jakarta – bakinonline.com

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengingat kembali masa-masa rumitnya pelaksanaan Pemilu 2019. Saat itu, katanya, masyarakat menjadi terpolarisasi pada pilihan politiknya masing-masing. Penyebaran berita bohong (Hoaks) pun ikut mewarnainnya.

Usai pemilu 2019, Tito berharap agar istilah cebong, pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dan kampret, pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tidak berlanjut, yang ada hanya Indonesia.

“Kita melihat hoaks luar biasa, ada istilah cebong lah, ada istilah kampret lah. Sekarang tidak ada lagi cebong dan kampret, yang ada adalah bangsa Indonesia,” kata Tito saat memberi sambutan dalam rangkaian HUT Bhayangkara ke-73 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (7/7/2019).

Tito bersyukur bahwa situasi saat ini telah kondusif, ia berharap situasi tetap kondusif hingga pelantikan yang rencananya digelar pada 20 Oktober 2019.  Dan Polri pun siap mengamankan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

“Tgl 21, 22, ribut-ribut, panas-panas, setelah itu alhamdulilah sampai hari ini semua berlangsung cooling down. Kita doakan mudah-mudahan sampai akhirnya masa pelantikan Oktober mudah-mudahan bangsa kita tetap aman, damai, tenang seperti ini,” ujarnya.

Dalam rangkaian HUT Bhayangkara ke-73, Kapolri dan Panglima Jalan Sehat Bersama Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal mengatakan bahwa pengamanan tersebut merupakan rangkaian akhir dari Operasi Mantab Brata, yang merupakan operasi pengamanan rangkaian Pemilu 2019. “Itu adalah bagian terakhir dari Operasi Mantap Brata. Siap artinya, kita sangat siap. Insya Allah enggak ada apa-apa tapi tetap kita antisipasi segala hal,” kata Iqbal saat ditemui di lokasi yang sama.

Polri, katanya, juga mengharapkan partisipasi seluruh elemen masyarakat agar turut menyukseskan puncak Pilpres 2019 tersebut. Sementara itu, ia belum dapat berkomentar banyak perihal jumlah personel yang akan diturunkan. “Nanti akan kita prediksi,” tuturnya.

# Red. Bakinonline