“Kabupaten Bandung Targetkan Program Rutilahu  Rampung Semuanya”
bakinonline.com

Bakinonline.com – Program kegiatan sosial penanggulangan perumahan dan kemiskinan di wilayah Kabupaten Bandung, seperti dikatakan Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, beberapa waktu lalu, harus bisa menjadi target prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Bandung.

Ditambahkan Dadang, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) hanya tinggal beberapa puluh persen saja. Dia mengharapkan di tahun 2019 ini bisa terakomodir semuanya. Jadi tidak ada lagi rumah-rumah penduduk kumuh. Demikian pula dengan Program Keluarga Harapan (PKH) bisa dijadikan motivasi bagi perkembangan keluarga tidak mampu dalam meningkatkan perekonomiannya.

Menindak lanjuti permasalahan Rutilahu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Bandung (Disperkimtan Kab. Bandung), Ir. Erwin Rinaldi, saat dikonfirmasikan, Jum’at (19/7), merasa optimis program Rutilahu akan terselesaikan dengan baik.

Alasan Erwin, program Rutilahu memang sekarang hanya tinggal beberapa puluh persen saja. Jadi untuk penggarapannya nanti tidak akan sampai memakan waktu lama. Dia sendiri mengakui kalau anggaran yang diterima warga untuk Rutilahu berkisar 14 juta rupiah. Untuk kekurangannya di dalam pembangunan itu dilakukan swadaya yang difasilitasi Kepala Desa setempat.

“Bukti sinergisitas antar pihak inilah yang menjadikan program pemerintah bisa terimplemetasikan. Semua turut berperan di dalam pelaksanaannya, begitu pula di dalam pengerjaannya,” tuturnya.

Sementara Kepala Desa Kopo Kecamatan Kutawaringin yang juga Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Nanang Witarsa, yang lebih akrab dipanggil Om Nawi, mengatakan, sudah puluhan Rutilahu yang dijadikan permanen atas dasar swadaya masyarakat.

Sebelum dilaksanakan pembangunan dia melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Alasannya, bisa saja ada warga menolak atau ragu-ragu karena jumlahnya yang kecil tidak sesuai harapan. Warga seperti akan ditinggalkan dan dipindahkan ke warga lainnya yang berkeinginan merubah rumahnya.

Selanjutnya, dia mengkonfirmasikan kepada warga mampu untuk bergotong royong membantu si penerima anggaran. “Alhamdulillah, kerja sama itu telah membuahkan hasil maksimal. Jadi tidak lagi rumah reyot atau bilik di wilayah Desa Kopo,” ungkapnya.

Media Bakinonline berharap,  “semoga program pembangunan Rutilahu, yang tinggal beberapa puluh persen (tidak disebutkan jumlah unitnya) , dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.”

* Ki Agus- Bkn Kab.Bdg