Bakinonline.com

Jakarta – Bakinonline.com

Bagi Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso, lelaki kelahiran Semarang, 6 Desember 1944 , yang akrab dengan pangilan Bang Yos setiap jengkal kisah kehidupan bukan sekadar kenangan melainkan bisa menjadi pelajaran bagi generasi mendatang. Itu sebabnya sederat cinderamata mau pun ratusan penghargaan yang diperoleh ia kumpulkan. Kini semuanya disimpan dan ditata di museum pribadinya yang terletak di belakang rumah, di jalan Kalimanggis Nomor 100, Cibubur, Jakarta Timur.

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jenderal (Purn) Wiranto meresmikan Museum pribadi Bang Yos, pada hari Minggu (15/3/2020).

Museum ini mengisahkan perjuangan dalam perjalanan hidup Bang Yos dengan segudang pengalamnnya yang dijalani dengan kerja keras dan ikhlas.

“Semua cenderamata dan penghargaan selama saya menjadi prajurit TNI, Gubernur DKI sampai Kepala BIN selalu saya simpan. Kalau orang lain mungkin sudah tercecer,” kata Bang Yos.

Bang Yos menegaskan pendirian museum tersebut tidak dimaksudkan sebagai bentuk kesombongan diri. Ia justru ingin mewariskan semangat keteladanan kepada generasi muda, bahwa kemiskinan bukan penghalang seorang individu untuk sukses.

Sebagai anak yang dikenal nakal dan berandalan, Bang Yos berubah total menjadi lelaki yang handal dan bertanggung jawab. Hal itu terjadi setelah dia mengikuti pendidikan di Akademi Militer (AMN)_di Magelang.

“Aku telat daftar ke Kedokteran Undip lalu masuk Teknik tapi gak kerasan. Aku merasa jadi tentara lebih pas meski tanpa restu ibu,” ucap Bang Yos.

Tak cuma mengubah sikap dan wataknya, karir di militer juga terbukti membuatnya menjadi sosok disegani. Saat berpangkat Kapten, dia bertemu empat mata dengan Leonardus Benyamin (LB) Moerdani. Sang Jenderal yang amat dihormati karena kecerdasan dan pembawaannya yang dingin itu memintanya menyusup ke wilayah Timor Timur seorang diri.

“Kamu nanti menyamar sebagai mahasiswa yang sedang melakukan penelitian,” kata Bang Yos  menirukan perintah Moerdani kala itu.

Tak sampai setahun kemudian, Moerdani kembali menugaskannya untuk ikut Operasi Flamboyan bersama Tim Kolonel Dading Kalbuadi, M. Tarub, dan Yunus Yosfiah (mantan Menteri Penerangan)

“Operasi ini sangat rahasia dan jika tertangkap negara tidak mengakui keberadaan kita. Jadi kami saat itu menyebut operasi tersebut sebagai one way ticket,” tutur Bang Yos. yang selama operasi menggunakan nama samaran Kapten Mannix.

Pada bagian lain, dia juga mengungkap awal perkenalan dan kedekatannya dengan Megawati. Hal itu dimulai saat dirinya menjabat Danrem Surya Kencana. Dialah yang berani memfasilitasi Mega dan PDI untuk menggelar hajatan politik di wilayah keamanannya.

“Mana pernah mimpi saya setelah jadi kolonel ketemu Bu Mega, putri dari Soekarno yang dikagumi oleh ahya Saya. Ayah itu seorang guru yang Marhaenis dan Bu Mega tahu hal itu,” kenang Bang Yos.                           # Darjono