Jakarta – Bakinonline.com

Sebanyak 41 masjid yang ada di kantor pemerintahan, kantor lembaga negara dan kantor BUMN di Jakarta terindikasi terpapar radikalisme,  angka ini merupakan temuan dari penelitian yang dilakukan Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) dan Rumah Kebangsaan.

Koordinator penelitian yang juga Ketua Dewan Pengawas P3M, Agus Muhammad mengatakan, penelitian ini dilakukan di 100 masjid yang ada kantor kementerian, kantor lembaga negara dan kantor BUMN yang ada di Jakarta.

Dari 100 masjid itu terdiri dari 35 masjid di kementerian, 28 masjid lembaga negara dan 37 masjid yang ada di lembaga BUMN.

Dari hasil servei yang dilakukan oleh P3M hanya analisis ini khotbahnya saja, (tidak tahu Takminnya).  Sedangkan tolok ukur radikalisme yang dimaksud belum jelas, seperti apa.

“Apakah pegawai BUMN melakukan terror,?”   tanya Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono, Selasa (20/11) yang lalu, kepada awak media.

Menurut dia, “seharusnya peneliti memiliki tolak ukur dan indikator yang jelas, apa penyebab orang menjadi radikal.” Kata Arief.

“Karena secara teori, munculnya radikalisme dipengaruhi beberapa faktor, seperti kemiskinan atau ada hak-hak yang tidak terpenuhi.” Arief menambahkan.    # Red. Bakin