Bandung, 17 Juli 2017  (bakinonline.com)

Pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan Joko Widodo telah menetapkan menjalin hubungan kerjasama bidang ekonomi dan beberapa proyek pembangunan infrastuktur dengan negara Cina.

“Banyak muncul isu negative”, berupa dampak politik, dengan ditemukan banyak tenaga ilegal yang tertangkap dibeberapa daerah di Indonesia dari Cina, masuknya pekerja seks komesial (PSK) asal Cina di Jakarta, Penyelundupan barang-barang elektronik dan perlengkapan rumah tangga, tertangkapnya penyelundupan barang terlarang jenis narkoba, dan masih banyak lagi,

Direktorat Jendral Bea dan Cukai bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pihak Kepolisian, banyak menggagalkan penyelundupan barang-barang elegal dan narkotika (sabu) di beberapa daerah di Indonesia, antara lain :

1. Ditemukannya barang yang diselundupkan dari Cina di Jawa Timur berupa barang               narkoba jenis sabu, pil ekstasi dan pil happy five.

2. Penyelundupan narkoba dari Cina di Medan, melalui Aceh.

3. Ditemukannya narkoba jenis sabu yang diselundupka di tiang pancang dari Cina di             kawasan Rawa Bebek Jakarta Utara, setiap tiang pancang berisi 50 kg sabu.

4. Proyek mega besar reklamasi pantai utara Jakata yang dialeh fungsikan.

Dan baru-baru ini yang ramai diberitakan, pada hari Rabu, 12/07/2017  Polisi berhasil mengamankan sabu sabu berasal dari Cina yang tidak tanggung-tanggung seberat satu ton, senilai Rp 1,5 treliun. Barang tersebut dibungkus dalam 51 kardus yang dilapisi dengan alumunium foil, dan telah masuk di Indonesia, barang haram milik empat orang asal Taiwan.

Dalam operasi tersebut satu orang tewas ditempak ditempat pada waktu akan melarikan diri, dua orang tertangkap dan empat orang lainnya melarikan diri, hingga sekarang keemapat orang masih dalam pengejaran pihak Polisi.

Perlu diketahui dan diwaspadai, bahwa Cina merupakan pemasuk narkoba terbesar di Indonesia dan Indonesia merupakan sasaran utama, masuknya narkoba dalam jumlah besar dari Cina ke Indonesia dicurigai bagian dari operasi untuk merusak mental generasi muda dan merupakan bagian rencana besar Cina untuk menguasai Indonesia dari segala bidang.

kalau ini dibiarkan dan setiap penyelundupan narkoba dan barang lainnya dari Cina selalu lolos masuk ke Indonesia, sangat dimungkinkan ” Dari hasil penjualan narkoba dan barang lainnya, Cina akan mengembalikan lagi ke Indonesia untuk menopang biaya pembangunan kerjasama dengan Indonesia”, semoga hal ini tidak terjadi.  (Darjono-Bakin)