Hj. Thoriqoh " Pajak PAD Terbesar Dorong Pembangunan Daerah"

Kab. Bandung – Bakinonline.com

Pelaksanaan agenda reses I masa sidang tahun 2019 – 2020 dari anggota komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat,  Fraksi PAN, Hj.Thoriqoh Nashrullah Fitriyah,ST., M.E., Sy., berlangsung di Rumah makan Sindang Ponyo 1 Ciwidey. Kamis (05/12/2019). Diikuti 125 Konstituen dari berbagai kalangan masyarakat, serta unsur Muspika setempat juga para pengurus dan kader  DPC PAN kecamatan Ciwidey, Pasirjambu,Rancabali dan Soreang.

Pada kesempatan tersebut muncul berbagai aspirasi dari masyarakat konstituen terkait beberapa usulan serta masukan dan juga kebutuhan dari berbagai asfek, lingkungan, pendidikan, kesehatan, sosial dan permasalahan lainya.

Menyikapi hal tersebut, Thoriqoh menjelaskan, Dari berbagai aspirasi yang masuk, tentunya pihak kami dari dewan walaupun secara fungsi duduk di komisi III yang membidangi pendapatan, tetapi pada intinya kami dari dewan tetap menjadi wakil masyarakat secara universal, kami akan tampung semua usulan dan masukan untuk dibawa ke komisi – komisi yang membidanginya, jelasnya.

Ada hal yang menarik pada kegiatan reses dengan munculnya laporan masyarakat dengan adanya fenomena, terkait berbagai aplikasi pinjaman online dan Bank Emok, dan hal ini ditanggapi Thoriqoh,” Secara aturan aplikasi pinjaman online ini, sudah ada izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tetapi secara rinci, kami tidak mengetahui berapa jumlah aplikasi pinjaman online ini yang sudah ada penjaminan dari OJK.

Dan menyikapi maraknya Bank Emok, Thoriqoh mengomentari, permasalahan ini belum masuk diranah pembahasan pihak kami di DPRD provinsi Jawa Barat, tapi hal ini dikembalikan kepada masyarakat, masyarakat harus dapat memperhitungkan sisi positif dan negatifnya, artinya masyarakat harus bisa berpikir jernih dan rasional, papar Thoriqoh.

Sebagai dewan yang ditugaskan fraksi PAN untuk duduk di komisi III di DPRD provinsi Jawa Barat, yang notabene komisi III ini merupakan komisi yang menangani masalah pendapatan, tentu untuk agenda kerja kami ditahun anggaran 2019 dan 2020 ini adalah terus menyisir kantor – kantor Samsat  didaerah, untuk lebih mengetahui kebutuhan mereka terkait pelayanan dan upaya menarik minat masyarakat untuk membayar pajak, ungkap Thoriqoh.

Dikatakan Thoriqoh, PAD terbesar adalah dari pajak, terutama pajak kendaraan bermotor, tentunya pendapatan dari sektor pajak ini dikelola untuk berbagai program pembangunan melalui APBD, dan ini menjadi tugas dari komisi III untuk melakukan pengawasan, apakah kucuran anggaran itu betul-betul mempunyai nilai bagi kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah dan manfaatnya dapat dinikmati masyarakat, pungkasnya.

# Sulae- Bkn