“H. Yayat Sudayat Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung Sidak PT. TCI
bakinonline.com

Kab. Bandung, [6/10-20:11] – Bakinonlne.com

Beredarnya pemberitaan di beberapa  media online, terkait Insfeksi mendadak ( Sidak ) yang dilakukan anggota DPRD kabupaten Bandung dari fraksi Demokrat komisi B, H. Yayat Sudayat, terhadap PT. Tata Cakra Investama, yang berlokasi di , jalan Cicalengka  – Garut No. 28 desa Panenjoan, hal ini dibenarkan beliau ketika Bakin. online hubungi via telepon, Sabtu (  5/10/2019 ),  hal ini didasari pengaduan warga masyarakat terkait  PT Tata Cakra Investama mengambil air permukaan dari Sungai Citarik yang menjadi hak masyarakat sekitar, Abah Yayat selaku anggota DPRD dari Komisi B Fraksi Demokrat melakukan sidak langsung, Kamis (3/10/2019).

Dalam sidaknya, Yayat Sudayat didampingi Ketua Dewan, LSM PMPR RI, KNPI, KMPL, awak media, dan Tokoh Pemuda Desa Nanjungmekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, dan langsung diterima oleh HRD PT Tata Cakra Investama/Artha Bama, Hendra Rusandi.

Yayat Sudayat mempertanyakan masalah kebenaran adanya informasi dari warga sehingga dirinya melakukan pengecekan ke lokasi pengambilan dan tempat Instalasi Pengolahan Air Limbah.

Bah Yayat, sapaan akrab Yayat Sudayat, Dewan Kabupaten Bandung dari Komisi B itu menyampaikan kepada media Bakinonline.

”Kami melaksanakan sidak karena adanya laporan dari warga sekitar dan informasi dari medsos, sehingga kami langsung mendatangi PT Tata Cakra Investama/Artha Bama. Ternyata benar, perusahaan tersebut melakukan pengambilan air permukaan Sungai Citarik dan Sungai Cibodas, dan kami melakukan sidak  ini sudah berkoordinasi  dengan pimpinan kami di DPRD, H.Sugianto, katanya.

Namun setelah kami pertanyakan, lanjut Bah Yayat, mengenai Surat Izin Pengambilan Air (SIPA), ternyata sudah lengkap izinnya termasuk izin dari PSDA, BBWS, PJT2, LH, kabupaten. Namun meski sudah ada izinnya, kami tetap akan melakukan pengkajian dari izin tersebut, oleh karena itu kami bawa semua photo copy perizinannya untuk dikaji kembali. Karena siapa tahu dalam pengambilan air permukaan itu tidak sesuai dengan pelaksanaan pengambilan air, tidak sesuai dengan apa yang ditentukan dalam perizinan oleh pihak terkait, jelasnya.

Dan kami akan terus melaksankan komunikasi dengan pihak terkait mengenai pengambilan air tersebut, karena dengan adanya ini warga masyarakat sudah merasa dirugikan oleh instansi terkait maupun pihak perusahaan, dimana permukaan air tesebut merupakan kebutuhan warga sekitar. ” Apalagi untuk para petani sangat dirugikan, karena sekarang lagi musim kemarau yang sangat membutuhkan air permukaan, sedangkan air permukaan di gunakan oleh pihak perusahaan tersebut.”

Perlu ada pertimbangan oleh instansi terkait, sebab pengambilan air permukaan atau air sungai yang menjadi hak dari pada para petani dan warga masyarakat sekitar.

Kedepanya, setelah ada komunikasi dengan instansi terkait, kami akan terus melanjutkan sidak kedua kali kepada pihak perusahaan atau melakukan audiensi agar mendapatkan solusi bagi warga masyarakat yang merasa dirugikan dan juga pihak perusahaan tidak merasa dirugikan, tegasnya.

Untuk sidak kedua nanti menurut Yayat, pihaknya akan melakukan agenda tersebut bersama dengan Ketua DPRD kabupaten Bandung, H. Sugianto bersama dengan tim lainnya dari anggota DPRD kabupaten Bandung, kami sengaja melakukan sidak pertama ini, bersama elemen lembaga swadaya masyarakat dan para awak media, merupakan tindakan preventif agar tidak terjadi hal -hal yang tidak diharapkan oleh semua pihak, dan tentunya juga menjadi kewajiban kami dari dewan untuk merealisasikan tupoksi kami dari dewan didalam menjembatani aspirasi masyarakat konstituen di Dapil kami, dan masyarakat kabupaten Bandung pada umumnya, pungkasnya.

# Sulaeman – Bakin Kab Bdg