kriminal
bakinonline.com

Jakarta – bakinonline.com

Banyak yang mencibir bahkan menyalahkan kebijakan Anies Baswedan. Anies sebagai gubernur DKI Jakarta hanya ‘pion’ yang ditumbalkan guna tujuan tertentu, yang menempatkan dia disinggasana balaikota. ‘Gubernur rasa presiden’ tak mampu berprestasi kecuali hanya mampu bikin sensasi agar heboh dimata pendukungnya.

Semua tindakan dan perangai gubernur Anies Baswedan sudah didesain dengan rapi dan terkoneksi sampai ke arab tempat pentolan alias ‘die hard’ sang pendukung Anies yang lagi ‘ngungsi’ nan-jauh disana, “Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA) Samuel F Silaen kepada wartawan di Jakarta (12/9).

Pemerintah pusat harus urut dada melihat kebijakan pemerintah propinsi Jakarta yang selalu berseberangan. Pemerintah pusat setengah mati memulihkan sektor ekonomi dan industri akibat dampak negatif Covid-19, agar ekonomi dapat berangsur pulih.

Anies merasa presiden bayangan yang akan dibela mati-matian fansnya, mimik tanpa dosa seolah-olah baik terlihat dipublik, namun, punya maksud terselubung yang dimainkan oleh tim horenya (think tank), untuk merusak kinerja Presiden Jokowi, “jelas Silaen.

Lihat saja pembela Anies bertebaran diruang publik begitu gencar melakukan serangkaian serangan ke jantung pertahanan istana. Itulah buzzea Rp peliharaan gubernur rasa presiden. Tak pelak publik terbelah. Yang tertimpa tangga dunia usaha.

Banyak yang tidak ingat lagi dan langsung lupa akan persoalan DKI Jakarta kan, laporan pertanggungjawaban APBD yang ditolak oleh anggota dewan. Ini jurus Anies Baswedan dkk, tokcer mengalihkan perhatian masyarakat dari buruknya kinerja Anies dan wakilnya.

Anies tertawa dan wakilnya tersenyum karena berhasil memecah kebuntuan akibat ditolaknya laporan APBD DKI Jakarta. Disini akan terjadi negosiasi politik tingkat ‘dewa’. Penggunaan APBD DKI Jakarta disinyalir dipergunakan serampangan, Dewan berang sampai ‘WO’ menolak laporan APBD yang penuh misteri, kemana aliran dananya tak jelas. KPK RI mandul kalau sudah berhadapan langsung dengan pemerintah propinsi Jakarta. Sebab DKI Jakarta punya KPK juga yakni KPK Jakarta, “haha sindir Silaen.

KPK RI vs KPK Jakarta= siapa yang kuat? Anies Baswedan begitu berani berhadapan langsung dengan pemerintah pusat, itu karena ada orang kuat dibelakang Anies Baswedan, termasuk ada tim think tank lintas negara. Semuanya dipersiapkan dengan matang untuk menghantam kebijakan pemerintah pusat, “beber Silaen.

Jokowi dihujat publik karena seolah tak berhasil menangani dampak Covid-19. Ini framing yang dimainkan oleh pihak-pihak yang tidak suka presiden Jokowi berhasil keluar dari dampak Covid-19 ini. Maunya gagal agar efek ekornya dicantolkan ke partai sebagai petugas partai moncong putih, “ujar pengamat politik ini.

Pemerintah pusat dibikin pusing tujuh keliling oleh seorang gubernur Anies Baswedan. Pola ini akan menjadi trend didalam perpolitikan Indonesia yang akan datang. Jika UU yang mengatur hubungan pusat dan daerah tak dibenahi secara saklek, “jelas Silaen.

Satu pukulan Anies ekonomi Indonesia rontok, ini diprediksi hilangkan 300T hangus, kacau! maka yang dipersalahkan adalah pemerintah pusat tak becus urus rakyat, tapi pemerintah propinsi yang bikin kacau tak bisa diapa-apakan, karena itu perlu dilakukan perbaikan UU, terlebih dimasa pandemik Covid-19 ini.

Jika ada pemimpin daerah yang ‘selonong boy’. Perlu diketahui ibarat susu sebalanga rusak hanya karena setitik nila, bukan karena sesendok atau secangkir. Inilah persoalan yang dihadapi pemerintah pusat saat ini, “imbuhnya.

Ini terlihat jelas dari serangan menteri- menterinya Jokowi, yang notabene sudah kerja keras memulihkan kondisi ekonomi dari hantaman pandemik covid-19. Semoga ini bukan sekedar akting saja, karena kalau sampai ini yang terjadi, ampun DJ! Pusing pala barbie!, “Pungkasnya.   (laks/red.bkn)