GENPPARI Kembangkan Konsep Wisata Berbasis  Mitigasi Bencana
bakinonline.com

Bandung – Bakinonline.com

Sesungguhnya semua manusia itu hidup di tengah lingkungan yang penuh ketidakpastian. Baik ketidak pastian alam, non alam maupun sosial. Ketidak pastian menghasilkan segala kemungkinan bisa terjadi akan hal – hal yang tidak terprediksi, bisa berupa bencana seperti erupsi gunung berapi, banjir, longsor, kekeringan, kebakaran dan sebagainya. Setiap jenis musibah di atas bisa datang dalam waktu yang tidak bisa diprediksi. Dengan demikian sangat diperlukan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai kemungkinan adanya bencana yang tidak terprediksi tersebut.

Terkait hal ini media Bakinonline mewawancarai Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI)  Dede Farhan Aulawi sesaat setelah selesai menjadi narasumber pelatihan Mitigasi dan Manajemen Bencana di RUMPPI Bandung pada Sabtu (10/8/2010) lalu.

 Pada kesempatan ini Dede memberi penjelasan terkait pentingnya membekali masyarakat dengan pengetahuan dan wawasan kebencanaan. Seperti diketahui bahwa Indonesia berada pada posisi yang memungkinkan terjadinya banyak bencana yang beragam. Oleh karena perlu langkah – langkah antisipatif sebelum terjadinya peristiwa yang tentu sangat tidak diharapkan. Bayangkan saja di musim kemarau banyak daerah yang terdampak kekeringan dan kebakaran. Sementara saat musim penghujan banyak banjir dan longsor. Belum lagi ancaman gempa, tsunami, likuifaksi, epidemi penyakit, dan lain – lain. Apalagi  pelatihan – pelatihan yang terkait dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana ini  dirasakan masih minim. Ujar Dede.

Selanjutnya Dede juga menambahkan bahwa setiap elemen bangsa  dituntut ikut berpartisipasi secara aktif dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Jadi pelatihan yang diselenggarakan oleh GENPPARI ini bertujuan untuk Melatih kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi segala kemungkinan munculnya bencana yang tidak bisa diprediksi jenis dan waktunya. Termasuk di objek – objek wisata yang ada di tanah air. Jadi para pengelola objek wisata pun sebaiknya sudah mempertimbangkan konsep pengembangan wisata berbasis mitigasi bencana.

Sementara itu, objek behasan pada pelatihan kali ini dititikberatkan pada pemahaman Bencana menurut UU No. 24 Tahun 2007, Manajemen Resiko dan Bahaya, Mitigasi bencana, Penanggulangan Bencana, seperti tanggap darurat, recovery, rehabilitasi, dan rekonstruksi, serta melatih Kesiapsiagaan itu sendiri.

Seperti biasa pelatihan diselenggarakan di Sekretariat RUMPPI jalan Mega Asri I No. 8, Cicendo – Bandung. Informasi lebih lanjut berbagai pelatihan bisa menghubungi ibu Lilis Hidayati di No  0813 1253 5153.  Bahkan di saat yang bersamaan juga diselenggarakan pelatihan Pijat Tradisional Profesional angkatan ke-8.  Demikian penjelasan Dede mengakhiri percakapan.

# Darjono