Bakinonline.com-Riau. Karimansyah Putra, mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Melayu Universitas Riau (HIMAMELUR) 2013-2015, lengkap dengan tanjak “Dendam Tak Sudah”, jubah tekua, seluar mengan, kain samping, bengkung dan selipar capal yang merupakan busana Melayu lama.

Generasi muda saat ini menjadi bahan pembicaraan oleh seluruh kalangan masyarakat, karena generasi muda adalah generasi penerus bangsa yang nantinya sebagai pemegang nasib bangsa ini, maka generasi mudalah yang menentukan semua apa yang dicita-citakan bangsa dan Negara ini.
Tradisi dan Kebudayaan Melayu sebagai salah satu dari berbagai macam kebudayaan, yang mana Melayu tersebut merupakan salah satu bangsa asli di Asia Tenggara yang mendiami Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Singapura dan Thailand Selatan. Kebudayaan Melayu merupakan kebudayaan secara turun temurun di lakukan oleh masyarakat yang identik dengan agama Islam.
Sebagai salah seorang generasi muda Melayu, Karimansyah Putra yang merupakan mantan Ketua Umum HIMAMELUR tersebut sangat berharap agar generasi muda bersama bahu-membahu membangkitkan lagi tradisi Melayu lama yang pernah berjaya di masa lalu untuk kembali di perkenalkan di masa sekarang dan masa selanjutnya supaya juga dapat di kenali generasi yang mendatang. Menurut dia lagi salah satu budaya yang dapat di angkat kembali adalah penggunaan tanjak untuk pemuda, kami berharap untuk pemakaian tanjak yg merupakan simbol Melayu yang di ikatkan di kepala tidak harus pemuda saja yang memakai nya, besar harapan kami agar seluruh instansi yang ada di Riau menerapkan pemakaian tanjak sebagai simbol Melayu yang selama ini hampir terlupakan, dan kami juga memberikan apresiasi kepada gubernur Jambi, walikota Tanjung pinang dan Bupati Siak yang telah menghimbau untuk pemakaian tanjak di instansi yang mereka pimpin dan juga masyarakat nya, semoga instansi lain di Indonesia khususnya di Riau agar bisa menjadikan budaya memakai tanjak menjadi keterbiasaan sehari hari.

“Kami telah membentuk sebuah komunitas kerajinan tanjak yang bernama Bujang Bertanjak yang berdomisili di Pekanbaru, Riau, di sini kita bisa sama-sama belajar mengenali dan membuat berbagai bentuk tanjak, kita juga akan memasarkannya, oleh sebab itu mari kita generasi muda Melayu sama-sama memperkenalkan tanjak agar tidak di gilas zaman,” ujar Karimansyah Putra di wawancarai.
“Selain pengrajin tanjak di Riau khususnya Siak, kita juga melihat banyak sekali pengrajin-pengrajin tanjak baik dari Kepulauan Riau, Medan, Jambi, Palembang, Bangka-Belitung, Sambas di Kalimantan Barat, ini tentunya merupakan hal yang sangat positif, karena saya dulu mengira tanjak ini hanya ada di Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam saja,” tambah Karimansyah Putra sambil tertawa.

IMG-20170211-WA0019