Garut,  (bakinonline.com)

Diduga ada tindak pidana menerima suap (gratifikasi) untuk meloloskan salah satu calon dalam Pilkada Kabupaten Garut, kata Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Umar Surya Fana, kepada Liputan6.com , Minggu (25/2/2018).
Keduanya dijerat Pasal 11 dan 12 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Polisi pun mengejar kejahatan cuci uang pasif dan aktif para tersangka dengan pidana pokok korupsi, yang tertuang dalam Pasal 3 dan 5 Undang-undang TPPU.
Adapun barang bukti yang disita penyidik dari tangan Komisioner KPUD Garut Ade Sudrajat adalah, 1 unit Daihatsu Sigra putih nomor polisi Z 1784 DY, serta 3 unit telepon genggam.

Crew Bakin Garut, Polisi mengamankan Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Garut Heri Hasan Basri dan Komisioner KPU Garut Ade Sudrajat pada Sabtu (24/2/2018). Atas diduga,  “Menerima suap dalam bentuk uang dan mobil dari seorang calon bupati di Garut.” Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat Yayat Hidayat mengatakan, Dia merasa terpukul atas kasus tersebut. Sebab, hal itu akan mengikis kepercayaan publik dalam Pilkada Serentak 2018. Meski begitu, pihaknya menjamin 100 %, bahwa langkah hukum yang dilakukan Polda Jabar terhadap kasus suap yang terjadi di Garut ini tidak akan memengaruhi kinerja KPU Garut dalam melaksanakan tugasnya. “Kami jamin 100 %, langkah yang dilakukan Polda Jabar tidak akan memengaruhi tahapan selanjutnya, baik pemilihan bupati Garut maupun pemilihan gubernur ke depannya, dan menjamin kinerja Garut dalam tugas kepemiluannya,” kata Yayat Hidayat di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (26/2/2018).

Baca juga : Komentar Ketua KPU Garut soal anggotanya yang tertangkap Terima Suap. Namun, ujar Yayat, yang menjadi kendala yaitu mengembalikan kepercayaan masyarakat yang menurut dia sudah terpuruk. “Maka dari itu, harus sama-sama, KPU Garut dan lainnya (mengembalikan kepercayaan publik), inilah kenyataan yang harus kita hadapi atas perilaku dari oknum anggota KPU Garut,” tuturnya.

Salah satu upaya yang dilakukan KPU Jabar untuk mengembalikan kepercayaan publik ini yaitu segera mengganti oknum yang diduga terlibat dalam kasus suap itu. Saat ini pihaknya pun mengaku telah memiliki pengganti untuk komisioner KPU Garut tersebut. “Penggantinya adalah rangking enam dari hasil seleksi KPU,” ucap Yayat. Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (24/2/2018), Satgas Anti-Money Politics Mabes Polri, Polda Jabar, dan Polres Garut menangkap dan menahan tiga orang yang diduga melakukan tindak pidana pemberian atau penerimaan hadiah atau suap terkait dengan upaya meloloskan salah satu calon dalam pilkada di Kabupaten Garut.

Adapun para tersangka yaitu Ketua Panwaslu Kabupaten Garut Heri Hasan Basri (38), Komisioner KPUD Kabupaten Garut Ade Sudrajat (50), dan Liaison Officer (LO) Paslon Soni-Usep, Didin Wahyudin (46).   # Redaksi Bakin.