Dinas Pendidikan Kab. Bandung, “Tingkatkan Kapasitas PKS Kurikulum”
bakinonline.com

Kab. Bandung – Bakinonline.com

Sebanyak 240 peserta yang terdiri dari para wakil kepala sekolah dan pembantu kepala sekolah bidang kurikulum dari gugus I sampai gugus VIII , jenjang SMP di kabupaten Bandung, .mengikuti Bimbingan Teknis PKS (Pembantu Kepala Sekolah) Kurikulum, yang dibagi menjadi dua gelombang, berlangsung Senin – Selasa (21-22/10/2019) di Aula Rapat Hotel Antik jalan raya Soreang – Cipatik, acara digagas Dinas Pendidikan melalui Bidang SMP Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Disdik kabupaten Bandung.

Acara dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan kabupaten Bandung, H. Adang Sujana. S.Pd., M.M. dengan menghadirkan narasumber Miftah Mostopa dari Koordinator Pengawas wilayah barat dan Idris Afandi .Mpd. dari LPMP (Lembaga Pejaminan Mutu Pendidikan) Jawa Barat.

Kepala Bidang SMP, H. Maman Sudrajat. S.Pd., M.M.Pd., menjelaskan, saat dijumpai usai acara penutupan kegiatan, Selasa ( 21/10/2019 ). “Bimtek ini merupakan evaluasi bagi para pembantu kepala sekolah khusus bidang kurikulum, terkait pelaksanaan Kurikulum 13 ditiap-tiap sekolah, bertujuan meningkatkan kualitas mutu pendidikan jenjang SMP di wilayah Kabupaten Bandung dan bahwa inti dari pendidikan ini ada di kurikulum yaitu di standar isi, apapun dukungannya dari 8 standar itu, intinya ada disana.

Para Wakasek kurikulum diharapkan dapat memenej standar isi atau dokumen satu agar disesuaikan dengan kondisi yang ada dan mengarah kepada peningkatan  proses pembelajaran agar hasilnya lebih baik, ungkap Maman.

Dikatakan Maman, Pada saat ini di kabupaten Bandung, sejak diberlakukannya UNBK ( Ujian Nasional Berbasis Komputer ) ada kecenderungan masa transisi yaitu penurunan hasil, diharapkan dengan Bintek ini Wakasek kurikulum bisa mewaspadai bahwa peningkatan kompetensi di pembelajaran , sangat mempengaruhi hasil pembelajaran.

Dilanjut Maman, Jadi hasil pembelajaran itu sangat dipengaruhi oleh proses pembelajaran dan proses pembelajaran dipengaruhi oleh perencanaan pembelajaran, maka para Wakasek kurikulum ini harus bisa mensinergikan antara perencanaan dan pelaksanaan dengan hasilnya, ucapnya.

Ditambahkan Maman, Pada tahun ajaran 2019/2020 di kabupaten Bandung proses ujian ini harus sudah 100% berbasis komputer, dengan demikian kesiapan siswa harus lebih matang, disatu sisi harus mempersiapkan konten materi agar hasilnya lebih baik dengan nilai yang baik pula, dan harus mempersiapkan diri beradaptasi dengan komputer ujarnya.

Dan ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan yang didalamnya memang bagian tugas dari para Wakasek kurikulum, yang harus memenej sedemikian rupa proses pembelajaran dengan mengarah kepada pembelajaran dengan pola pikir yang tinggi, dan ini sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah kabupaten Bandung yang Maju Mandiri dan Berdaya Saing, artinya harus menghasilkan SDM ( Sumber Daya Manusia ) yang unggul, dan ini telah dibuktikan dengan prestasi yang telah diraih para siswa di berbagai even kejuaraan bidang pendidikan, paparnya.

Di katakan Maman, Dan yang lebih penting secara menyeluruh hasilnya dapat dilihat dan salahsatu indikator nya dapat dibuktikan dari hasil ujian nasional, dan kami menyelenggarakan Bintek ini yang obyeknya para Wakasek kurikulum agar disekolah – sekolah dapat meningkatkan proses pembelajaran yang lebih baik, lebih aktif dan dinamis, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa, pungkasnya.

Sementara Kepala seksi Kurikulum dan Kesiswaan, Dra. H. Elis Yuliawati. M.M.Pd., mengatakan, ” Dasar kegiatan ini merupakan realisasi dari beberapa peraturan, yakni Permendikbud no 159 tahun 2014 tentang Evaluasi Kurikulum juga  Permendikbud no 68 tahun 2013 tentang Kurikulum dasar dan struktur kurikulum SMP/ MTs serta Permendikbud no 81A tahun 2013 tentang Implementasi kurikulum, katanya.

# Sulaeman- Bkn