_Bakin, Bagansiapiapi– Sebanyak empat orang tim Penyidik Dari Reskrimsus Polda Riau, Selasa 10 Januari melakukan Peninjauan Titik koordinat dilahan society Yang diduga diserobot Oleh PT Jatim Jaya Perkasa (JJP) di Kepenghuluan Pedamaran Kecamatan Pekaitan.
Peninjauan Titik koordinat dugaan Lahan Yang diserobot ITU, berdasarkan hasil temuan Laporan ‘masyarakat setempat Ke Polda Riau. Melihat hal Titik koordinat Yang diduga diserobot ITU, Kuasa Hukum masyarakat Pedamaran Adrian Sitompul, Penghulu Pedamaran Ali Marwan, pihak Keamanan Perusahaan Serta Perwakilan masyarakat Pedamaran.
Mereka melakukan Pemantauan Terhadap Batas koordinat Titik HPL Sesuai Yang ditunjukkan ‘masyarakat berdasarkan PETA HPL Yang dikeluarkan Oleh pihak Kementerian Transmigrasi. Dalam HAL ini, diduga PT JJP has menyerobot Lahan masyarakat Seluas 1.500 hektar.
* Menurut Keterangan Adrian Sitompul, Data Dari Yang dimiliki ‘masyarakat bahwa Kawasan tersebut merupakan Kawasan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) dengan Sertifikat HPL Nomor 1 Tahun 1993 Yang diperuntukkan Oleh Mentri Transmigrasi untuk masyarakat Miskin. Mereview meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dari Program nasional.
Adrian mengharapkan, masalah Yang Sudah berlarut agar diselesaikan secepatnya. Sebab masalahnya Sudah Cukup lama. Menurutnya, Apa Yang Menjadi hak ‘masyarakat sebaiknya dikembalikan ditunjukan kepada masyarakat.
Penghasilan kena pajak terjadinya penggarapan Oleh pihak Perusahaan, Lahan society Yang diwilayah HPL Menjadi Alih fungsi fungsi Yang Seharusnya untuk review pertanian Menjadi Perkebunan sawit. ‘Berarti telah Terjadi penghilangan Proyek Pemerintah Pusat, “ucapnya.
” Lahan HPL itu dibuat fungsi fungsi Menjadi sawit Oleh Perusahaan. Dan ‘masyarakat TIDAK Berdaya melawannya. Makanya dilakukan Langkah hukum untuk review mengembalikan hak masyarakat “jelasnya. (Sagala)