Bakinonline, 29-12-2018

Ada pihak yang sengaja menggembosi acara Reuni Akbar 212, yuduhan itu dilontarkan oleh ketua panitia, Bernard Abdul Jabbar. Reuni Akbar 212 oleh Rizieq Shihab diganti nama jadi Reuni Akbar Mujahid 212, akan diselenggarakan di Monas, Jakarta, 2 Desember 2018.

Upaya penggembosan terjadi di Malang, Jawa Timur, kata Bernard. Ia bilang ada 26  Perusahaan Otobus (PO) yang tiba-tiba membatalkan pengangkutan peserta Reuni 212 yang akan berangkat ke Monas Jakarta, meski pembayaran sudah dibayar lunas.

“Ada 26 PO bus yang sudah dibayar lunas dibatalkan. Ini salah satu upaya  penggembosan untuk menggagalkan Reuni 212 . Kami sangat prihatin dengan upaya seperti ini,” kata dia Kamis (29/11/2018) di Dewan Dakwah Islamiah Indonesia (DDII), Jakarta Pusat.

Bernard tak mau ini terjadi di tempat lain. ia pun mengatakan akan berkoordinasi dengan polisi serta DPR agar mempersuasi siapa saja yang ingin menggagalkan reuni agar niatnya dibatalkan, tanpa menyebut bagaimana persisnya itu dilakukan.

Selain pembatalan bus secara mendadak, upaya penggembosan lain yang dituduhkan Bernard adalah, ada oknum yang mendatangi tokoh-tokoh 212 dan meminta mereka membatalkan acara dengan berbagai alasan, antara lain dengan menyampakan kabar

ahwa dalam acara nanti (212) “akan terjadi kerusuhan dan provokator.”

 “Ada juga oknum yang membuat acara dan menyiapkan dana untuk membuat acara di hari dan jam yang sama,” ujar Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 (Slamet Maarif) di tempat yang sama. Acara yang Slamet maksud adalah “Aksi Kontemplasi 212” yang digagas oleh Kapitra Ampera, bekas pengacara Rizieq Shihab yang kini telah menyeberang ke kubu lawan. Ia sekarang terdaftar sebagai caleg PDIP.

Menurut Slamet, apa yang dilakukan Kapitra juga bisa dikategorikan sebagai upaya penggembosan. Slamet mengaku tak terpancing karena nya.

“Kami semua barisan 212 di bawah Habib Rizieq tidak akan terpancing dengan acara itu, nantinya orang akan tahu kami siapa dan mereka itu siapa,” Slamet menyampaikan.

Kapitra tidak secara eksplisit mengatakan apa yang dilakukannya sebagai usaha penggembosan, namun ia mengatakan bahwa Reuni Akbar Mujahid 212 bukan lagi  membela agama, tapi sebagai kampanye terselubung.

“Ini kampanye Prabowo-Sandi. Bukan aksi 212 dalam konteks agama ini,” kata Kapitra kepada awak media.

Beberapa panitia dan peserta RAA 212 memang ada yang terlibat dalam politik praktis. Antara lain : Ketua Presidium Alumni Aksi Bela Islam 212 Slamet Maarif, ia adalah Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Ada juga Dewan Penasehat Koperasi Syariah 212 Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i menempati posisi Wakil Ketua Dewan Penasihat BPN. Sedangkan Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) Yusuf Muhammad Martak adalah anggota Dewan Pengarah BPN.

Tuduhan Kapitra bisa dibalikan kepada dirinya, Dia statusnya sebagai Caleg PDIP, partai pengusung Joko Widodo – Ma’ruf Amin, namun ia mengelak. Ia bilang, “Enggak ada urusan dengan partai, saya pribadi saja.” Ujarnya.

Yang dikatakan Kapitra bisa jadi benar,  tapi setidaknya, menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin, Kapitra sedang berusaha mencari perhatian di PDIP agar partai mengakui kemampuannya.

“Memang ini perlu dibuat tidak membesar lagi. Kapitra memang perlu memecah itu agar massa Prabowo – Sandiaga, setidaknya bimbang karena narasi anti Islam pada Jokowi – Ma’ruf tak berhasil,” kata Ujang.    #  Bakinonline