Dempasar – bakinonline.com

Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali mendesak Pertamina MOR V mengusut sekaligus menindak tegas SPBU di Bali yang melakukan kecurangan sehingga merugikan konsumen.

Menurut Direktur YLPK Bali, I Putu Armaya, pengaduan konsumen ke pihaknya terkait layanan SPBU di Bali pada 2018 sebanyak 25 pengaduan. Adapun yang diadukan seperti kecurangan pada saat pengisian, meteran Di SPBU banyak yang rusak, hingga meteran angka pembelian tidak terlihat jelas.

“Kami sampai geram karena ada pengaduan ada dugaan di salah satu SPBU di Denpasar yg merugikan dan melakukan kecurangan kepada konsumen,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Rabu (19/12/2018).

Dia menekankan jika ditemukan bukti bukti terhadap kecurangan tersebut agar diambil tindakan tegas sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku.

Bila perlu SPBU manapun di Bali yang terbukti merugikan konsumen agar diambil tindakan tegas, termasuk mendorong pihak kepolisian melakukan upaya hukum terhadap SPBU yang merugikan konsumen.

Armaya menegaskan, apa dugaan itu benar terjadi dan terbukti, maka SPBU itu melanggar UU No 8/1999 tentang perlindungan konsumen pada pasal 8 c, dimana pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak sesuai dengan  ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan. Sanksinya pidana penjara 5 tahun atau denda paling banyak sebesar Rp2 miliar.

Dia menambahkan, Pertamina juga harus bertanggung jawab. Dalam UU ini, pelaku usaha dalam konteks khusus adalah yang bertanggung jawab yakni pemilik SPBU yang bersangkutan, tapi dalam konteks umum, pelaku usaha juga tak terpisahkan dari PT Pertamina sebagai pemasok BBM kepada mitra-mitranya. Ujarnya

Untuk itu, kedepan Pertamina harusnya memeriksa secara berkala setiap SPBU, khususnya bagian pompa dan dispenser BBM.

Memang harus ada pemeriksaan yang rutin.pemeriksaan mestinya dilakukan rutin setiap bulan oleh Pertamina. Selain Pertamina, tanggung jawab pengawasan juga ada di tangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang melakukan pengawasan di sektor hilir seperti tata niaga di SPBU.  # Yani- Bkn Bali