Bakinonline.com

Bandung – Bakinonline.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil langkah lebih lanjut guna upaya menekan penyebaran virus corona. Bukan dengan karantina wilayah atau lockdown, melainkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) adalah merupakan pembatasan kegiatan dalam upaya mencegah penyebaran penyakit dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi atau terkontaminasi penyakit virus corona. Kebijakan ini meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, hingga pembatasan kegiatan di tempat-tempat umum.

Darjono media Bakin, kebijakan PSBB ini dinilai lebih tepat dibandingkan dengan keputusan lockdown, karena PSBB memberikan dampak ekonomi yang tidak terlalu besar.

“Kebijakan PSBB dipandang dari segi positifnya, bahwa penurunan aktivitas ekonomi tidak setajam kalau lockdown, dalam waktu yang tidak lama penurunan kegiatan ekonomi tidak terlalu drastis dibanding kalau dengan  lockdown total,” ujar Darjono.  Selasa, (14/3/2020) di ruang kerjanya..

Sedangkan bila dipandang dari segi negatifnya, kebijakan PSBB yang terlalu lama dinilai akan memberikan ketidak pastian terhadap ekonomi. Pemerintah mengalami dilema dalam mengambil kebijakan baik itu lockdown total maupun SPBB bila tidak dibarengi dengan target waktu (sampai kapan). Karena dalam upaya memerangi virus corona ini tidak dapat diprediksi sampai kapan, mengingat musuhnya (virus corona) tidak nampak kasat mata.

“Jadi kebijakan SPBB ini harus dibarengi dengan target waktu, bila hal ini berlaut-larut maka dipastikan akan berdampak drop ekonomi dan akan meningkatkan angka kemiskinan baru,” ungkap Darjono.

Dia menghapkan agar pemerintah melalui dinas-dinas terkait harus memberikan petunjuk yang jelas, sehingga tidak ada perbedaan dalam menerapkan kebijakan PSBB ini, dan masyarakat tidak dibuat kebingungan dalam melakukan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Pemerintah daerah dalam melaksanakan kebijakan Pembatasan Sosisl Berskala Besar (PSBB) ini,  dalam melakukannya harus  dengan tepat dan terukur, sehingga tidak menghalangi masyarakat dalam menjalankan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, dan tidak menyengsarakan rakyatnya,” Darjono mengakhiri percakapannya.     (M. Ari Nanjaya)