korupsi
bakinonline.com

Bandung – bakinonline.com

Dadang Suganda terlibat dalam kasus korupsi ruang terbuka hijau (RTH) Kota Bandung, terkait uang 10 miliar yang melibatkan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Edi Siswadi. Uang tersebut merupakan pinjaman Edi kepada Dadang untuk maju dalam Pilwalkot Bandung.

“Saat itu dia mau pinjam untuk Pilwalkot Bandung. Tapi saya nggak punya uang. Edi menyuruh saya ikut program RTH. Tapi disuruh atau tidak, saya tetap ikut,” kata Dadang dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (5/8/2020).

Dadang dihadirkan ke persidangan sebagai saksi atas terdakwa Herry Nurhayat, Tomtom Daabul Qomar dan Kadar Slamet. Ketiga terdakwa sudah disidangkan sedangkan Dadang belum dilimpahkan ke pengadilan.

Terkait uang 10 miliar. Dadang mengaku pemberian uang 10 miliar kepada Edi tersebut tidak dilakukan dalam satu kali. Namun dilakukan secara bertahap dari mulai 25 juta, 100 juta, 200 juta hingga yang paling sering Rp 500 juta.

Dadang menambahkan, pemberian pinjaman kepada Edi ini dilakukan lantaran Edi akan maju dalam Pilwalkot Bandung, ia tergiur memberi pinjaman dengan keyakinannya Edi bakal menang dalam Pilwalkot tersebut.

“Semua orang waktu itu berpikiran Edi pasti menang. Survei dia paling unggul, dia pintar meyakinkan orang dan saya tergiur,” ujarnya.

Taktir berkata lain. Edi kalah dalam Pilwalkot, dan hingga saat ini Edi belum mengembalikan uang milik Dadang, Edi pernah meminta Dadang menandatangani perjanjian seolah-olah pinjaman tersebut sudah dibayarkan.

“Edi yang bikin perjanjian, dia yang bicara seolah-olah ini pinjaman dan sertifikat jadi jaminan. Bahkan, konsepnya pun dia yang buat. Saya akan bongkar semuanya di sini,” ujarnya.

Jaksa KPK Budi Nugraha lantas bertanya kepada Dadang terkait uang tersebut digunakan untuk keperluan kasus bantuan sosial. Sebab, dalam dakwaan dan juga pengakuan Edi saat jadi saksi, sebagian dari 10 miliar itu digunakan untuk membayar ganti rugi kasus bansos.

Dalam persidangan, Dadang juga menceritakan keikutsertaannya dalam proyek RTH. Menurutnya, dia mengikuti proyek tersebut setelah ikut sosialisasi yang diadakan oleh BPKAD Kota Bandung. Dadang pun mulai membeli lahan untuk RTH.

“Tanah yang dijual ke Pemkot lebih banyak yang dibeli setelah sosialiasi,” Dadang menambahkan.       (aan/red.bkn)