Bakinonline.com

Bandung, 25 Maret 2020 – Bakinonline.com

Pemerintah, baik pusat maupun daerah, tengah menerapkan kebijakan Social Distancing untuk mencegah penyebaran wabah virus corona covid-19, yang jumlah terus meningkat sejak awal Maret 2020. Dengan social distancing, warga diminta tetap di rumah, bekerja dan belajar dari tempat tinggal masing-masing.

Kebijakan Social Distancing ini dinilai akan menimbulkan dilemma, di satu sisi, efektif bagi pekerja dengan gaji tetap, namun kebijakan ini sangat sulit diterapkan bagi warga yang harus bekerja setiap hari untuk menyambung hidup keluarganya.

Social Distancing ini menimbulkan pukulan terutama bagi warga yang tidak memiliki penghasilan tetap. Seperti yang dialami oleh beberapa driver ojek online, mereka mengeluh pendapatannya turun drastis setelah masyarakat diminta bekerja dari rumah alias working from home. Begitu pula dialami oleh beberapa pedagang makanan dan warung-warung yang mengaku omset mereka merosot tajam sejak tak dikunjungi para pekerja akibat kantornay diliburkan. Bahkan beberapa perusahaan swasta telah melakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawannya (PHK) secara sepihak, hal ini jelas-jelas mumbuat kebingungan dan kepanikan khusnya kepada karyawan yang terkena PHK dan bagi masyarakat banyak.

Presiden Jokowi pun menyadari  bahwa lesunya ekonomi mulai dirasakan masyarakat di tengah serangan virus corona. Maka ia menjanjikan para pekerja sektor informal, seperti tukang ojek, sopir taksi dan nelayan diberikan keringanan dalam membayar cicilan angsuran dan bunga selama setahun, begitu pula keringanan kredit bagi pengusaha kecil.

Media Bakin, Apakah Negara mampu menanggung kebutuhan hidup rakyat selama Social Distancing diperlakukan. Dan bila  kebijakan  Social Distancing tidak diberlakukan dikhawatirkan akan sulit dalam upaya memutus penyebaran wabah virus corona covid-19 yang makin meluas dengan cepat di Negeri ini. “Sungguh Suatu Kebijakan Simalakama Bagi Pemerintah Indonesia, Semoga wabah ini bisa segera berlalu, Amiiin”.   Darjono