tindakan asusila
bakinonline.com

Kab. Lahat – bakinonline.com

Berawal dari peristiwa dari ulah dua Oknum Kepala Desa (Kades) yang melakukan asusila yaitu, Heriadi (H) Kades Air Puar dan Evi Kerisnawati (EK) Kades Lesung Batu, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan.

Kasus ini sudah lama terjadi bahkan sudah viral, tapi tim yang menangani kasus ini lamban bahkan terkesan mandeg. Masyarakat marah dan tidak nyaman didaerahnya dipimpin oleh kepala desa yang melakukan tindakan asusila dan pihak yang terkait yang menanganinya terkesan melakukan pembiaran, (ada apa ini). ?

Bupati Lahat Cik Ujang pernah angkat bicara beberapa waktu yang lalu terkait dengan tindaka asusila yang dilakukan oleh kedua Kades ini.

Menurut Dia. ”Masalah ini sudah Viral ini berarti sudah mencoreng muka kita semua, seharusnya ini tidak terjadi karena Kades merupakan pemimpin suatu desa untuk dijadikan contoh terbaik. Kalau kades memberi contoh yang kurang baik ini akan membuat warga desa merasa tidak nyaman bisa saja warga nya akan pergi meninggalkan desa, bila permasalahan ini tidak segera dituntaskan,” Pinta Bupati kepada awak media setelah acara pelantikan pengurus Pramuka Kabupaten Lahat, Seni (27/1/20) yang lalu.

Saat itu, Yunisa Rahman Sip, MM. Inspektorat Lahat menjelaskan, ”bahwa permasalahan dua Kades asusila ini masih dalam pemeriksaan dan harus dilakukan secara mendetil serta mendalam agar jangan sampai salah dalam pengambilan kebijakan,” ujar Yunisa.

Setelah beberapa waktu terkatung-katung, dan atas desakan masyarakat serta atas kesalahannya Bupati Lahat, Cik Ujang pada tanggal 30 April 2020 memmengeluarkan SK pemberhentian sementara kepada kedua kepala desa tersebut.

Tetapi masyarakat desa Air Puar dan desa Lesung Batu kecewa dengan keputusan Bupati, pasalnya Bupati memperhentikan dengan ‘SK Pemberhentian Dengan Hormat,’ padahal mereka bedua sudah jelas melanggar larangan dan sumpah jabatan. Masyarakat desa Air Puar dan desa Lesung Batu akhirnya bermusyawarah untuk mencari dan menunjuk pejabat sementara (PJS), dalam musyawarah dihadiri oleh perangkat desa dan BPD serta perwakilan masyarakat dan hasil musyawarah bermaterai 6000 dan duketahui oleh Camat Mulak Ulu.

Dalam perjalannya masyarakat desa Air Puar dan desa Lesung Batu merasa lebih kecewa lahi, pasalnya PJS dari desa Air Puat tak lain adalah istri dari pelaku asusila (H), dan PJS desa Lesung Batu adalah saudaranya (EK).

Dengan kejadian ini terkesan ada praktek kolosi (kong-kalikong) antara kedua pelaku asusila dengan Bupati Lahat, dan ini tidak boleh dibiarkan. Sementara warga masyarakat menghendaki PJS dari pilihan warga masyarakat masing-masing desa tersebut.    (Darwin-Bkn/Pale)