Garut – Bakinonline.com

Kepolisian Resort Garut membongkar sindikat tindak pidana perdagangan orang asal Garut untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK) di kawasan wisata di pulau Dewata Bali.

AKBP Budi Satria Wiguna, Kapolres Garut mengungkapkan, ada delapan orang pelaku penyalur diamankan. Mereka berperan merekrut gadis-gadis di Garut. “Dari petugas di Bandara Husein Sastranegara Bandung, hingga pemilik tempat hiburan di kawasan Pantai Sanur Bali,” Budi mengungkapkan, kasus ini berawal dari penangkapan dua orang warga Garut yang merekrut gadis-gadis di Garut. Pelaku sempat memberangkatkan dua orang gadis asal Garut ke Bali.

Jajaran Satreskrim Polres Garut kemudian mencoba mengungkap lebih jauh dengan menugaskan dua polisi wanita (Polwan) untuk melakukan penyamaran ke Bali. “Jadi kita tugaskan dua polwan menyamar jadi gadis yang akan dipekerjakan sebagai PSK, ditawarkan kepada pemilik tempat hiburan di Bali,” jelas Budi di Garut, beberapa minggu yang lalu.

Setelah pemilik tempat hiburan menyetujui, lanjut Budi, dua Polwan diberangkatkan ke Bali bersama Kasatreskrim AKP Aulia Jabar dan 10 anggota Reskrim lainnya. Sesampainya di Bali, kedua Polwan langsung menuju tempat TKP untuk bertemu pengelola. “Setelah berada di dalam dan memastikan ada praktek prostitusi, tim langsung melakukan penyergapan,” jelas Budi.

Saat tim melakukan penyergapan, di dalam tempat hiburan tersebut sedikitnya ada dua puluh perempuan yang dijadikan PSK. Namun, hanya tiga orang yang bersedia pulang. “Yang lainnya tidak mau pulang, hanya tiga orang yang kita bawa pulang sebagai saksi nantinya,” Budi menyampaikan,  perempuan yang berada di tempat hiburan tersebut, kebanyakan berasal dari Jawa Barat. Mereka mengaku memang datang ke Bali ingin menjadi PSK,  dan ada pula yang menjadi PSK karena dipaksa.

Para tersangka, “akan dijerat dengan Undang-undang nomor 21 tahun 2001 tentang tindak pidana perdagangan orang, dengan hukuman penjara 3 tahun hingga 15 tahun.”  (Redaksi Bakin)