Jakarta, Maret 2018 (bakinonline.com)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mulai 1 Maret 2018 menerapkan pemblokiran kartu SIM prabayar bagi yang belum melakukan teregistrasi.

Pemblokiran tahap pertama, dilakukan pemblokiran pada tahap layanan telepon dan SMS keluar. Pemblokiran tahap ini belaku hingga 31 Maret 2018 lalu, Jika setelah itu pelanggan belum juga meregistrasi, maka pemblokiran akan ditambah pada layanan telepon dan SMS masuk.

Namaun untuk layanan data internet tetap bisa diakses hingga blokir total diterapkan, 1 Mei 2018 mendatang. “Kalau kartunya sudah tidak aktif (saat batas waktu registrasi berakhir pada 1 Mei 2018), maka sudah tidak bisa digunakan lagi. Cara satu-satunya ya beli kartu baru dan itu pun juga harus registrasi,”  Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemkominfo Ahmad M Ramli, dalam penjelasannya.

Kendala : Menyebab sejumlah pelangan belum bisa melakukan registrasi, salah satunya Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) yang dinilai tidak valid. Masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan No. valid E-KTP dan KK, mereka sebagai pengguna kartu SIM Prabayar.

Ada kesan : “Antara lembaga terkait belum siap benar untuk menerapkan anturan ini.” (Redaksi Bakin)