Jakarta, 2 Desember 2017 (bakinonline.com)
Peringatan Hari Kelahiran (Maulid) Nabi Muhammad SAW. dipusatkan di pelataran tugu monumen Monas pada hari Sabtu, 2/12/2017 di Jakarta, sekaligus untuk ber Reuni mengenang dan silatuturahmi peserta pada acara 2 Desember 2016 (212) satu tahun yang lalu.

Para Ulama, Habaib, Guru besar, Ustadz, tokoh dan ribuan umat Islam dari berbagai daerah berdatangan menuju pusat digelarnya acara akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 1439 H. Anies Baswedan gubernur DKI Jakarta, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan tokoh Masyarakat ikut hadir dalam acara tersebut.
“Saya di sini kalau liat begini pinggang saya gemeteran, saya berdiri, di belakang saya para guru dan ulama habaib, saya bukan ustad bukan ulama tapi bicara di depan ulama,”  Gatot dalam kata sambutannya“.  Gatot mengatakan, kedatangannya dalam acara tersebut merupakan wujud kecintaannya kepada Rasul dan warga Jakarta. “Mengapa demikian ?,  Karena rasul selalu memberikan contoh tauladan kepada semua umatnya. Apa yang Beliau lakukan ?, apapun juga hanya 2 yaitu : kasih dan sayang,” ujar Gatot menambahkan.
Dakam kesempatan ini, Anies mengapresiasi panitia Maulid yang telah menciptakan situasi yang kondusif dalam acara ini. “Hadir di acara ini kita akan merasakan bahwa jamaah yang hadir dengan tenang dan semuanya hadir untuk dzikir dan insyaallah itu akan membuat suasana kota kita jadi lebih baik,” ujar Anies.
Anies berharap, dengan diadakannya acara-acara semacam ini, akan tercipta kedamaian, ketenangan dan kenyamanan di kota Jakarta. Acara berlangsung dengan aman, tertib, damai dan penuh rasa pesaudaraan dan kebersamaan hingga selesai.
Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Selalu diperingati dibeberapa daerah di Indonesia dengan bebagai kegiatan dan budaya, sudah berjalan sejak lama (sudah menjadi budaya sesuai dengan daerahnya).
Di Jogyakarta, dikenal dengan istilah acara Grebek peringatan Maulid Nabi Mahammad SAW. yang selalu diikuti oleh ribuan masyarakat Jogyakarta dan sekitarnya, dipusatkan di Keben Keraton, Alun-alun utara dan mesjid Gede, dilaksanakan pada hari Jum’at, 1/12/2017. Bahkan banyak warga yang rela menginap 1 hari sebelum acara dilaksanakan aga bisa mendapatkan tempat.  Grebeg Maulud Nabi adalah upacara puncak dari perayaan Sekaten dengan ditandai dengan keluarnya beberapa Gunungan.


Di Cirebon,
menjelang maulid Nabi Muhammad SAW, selalu diadakan keramaian pasar yang disebut Muludan. Tradisi budaya ini sudah berlangsung puluhan tahun dan menjadi ikon budaya, wisata sekaligus relijiositas masyarakat Cirebon. Tahun ini, puncak Muludan terjadi hari Jum’at,  1/12/2017.Peringatan Maulid Nabi merupakan upaya untuk mengenang kembali Sosok mulia Nabi Muhammad SAW.  dan hal ini diajarkan dalam agama islam. Dalam amalan2 manasik haji dan umroh diwajibkan dlm rangka mengenang Keluarga Bapak para Nabi yaitu Nabi Ibrahim a.s.

Di Banyuwangi – Sepanjang jalan raya depan Kantor Bupati Banyuwangi, Jalan Ahmad Yani tumplek blek dipenuhi masyarakat Banyuwangi. Suara rebana, jodang berisi penuh hiasan telur, nasi ancak dan iringan-iringan sholawat melengkapi perayaan Festival Endhog-endhogan.
Masyarakat Banyuwangi, selama ini mewujudkan pengamalan spirit Gotong Royong dalam peringatan Maulid Nabi dengan menggelar Tradisi Endog-endogan. Endog-endogan memiliki filosofi yang kuat tentang peduli kepada sesama melalui berbagi.
Tradisi endhog-endhogan adalah tradisi mengarak ratusan telur yang ditancapkan pada jodang pohon pisang dan ancak (wadah berisi nasi dan lauk pauk).
Tradisi ini dilakukan hampir di setiap kampung dan desa di seluruh Banyuwangi untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Usai diarak, jodang dan ancak dibawa ke masjid untuk dibacakan sholawat dan do’a hingga diakhiri dibagikan dan makan bersama.

 

Di Solo, acara puncak dilaksanakan pada hari Jum’at, 1/12/2017 di komplek Mesjid Agung Solo, Warga berdesakan saat menunggu datangnya gunungan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain untuk memperingati hari lahir maulid Nabi Muhammad SAW, tradisi yang digelar setiap tahun tersebut juga menjadi simbol pemberian sedekah dari Raja Keraton Solo kepada rakyatnya.

 

Berbagai kegiatan keagamaan khususnya acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. di  Indonesia selalu diperingati dengan tatacara dan istilah yang berbeda sesuai dengan budaya dan tradisi daerah masing-masing dan sudah berlangsung puluhan tahun yang silam,
Agar perbedaan dan tatacara peringatan ini menjadikan semangat persatuan umat Islam Indonesia dan untuk saling menghormati agar tercipta kedamaian dan keamanan dan rasa persaudaraan yang kuat sesama umat Islam di Indonesia, (Redaksi Bakin).