Jakarta, 4 Januari 2019 – Bakinonline.com

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri menangkap dua pelaku yang diduga menyebarkan rekaman suara soal tujuh kontainer berisi surat suara sudah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

“Saat ini sudah ditangkap dua orang di Bogor pelaku berinisial HY, di Balikpapan berinisial LS,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di kantornya, Jumat (4/1/2019).

Keduanya diduga berperan sebagai penerima konten, menyebarluaskan di media sosial dan grup Whats App tanpa mengecek kebenaran rekaman suara tersebut. Dedi mengatakan bahwa mereka berdua hanya ditangkap untuk proses pendalaman keterangan.

 “Penyidik Siber tidak menahan mereka, tapi pendalaman keterangan selama 1×24 jam,” kata Dedi.

Dedi menambahkan, hingga saat ini penyidik masih mencari tahu siapa pelaku utama yang membuat dan menyebarluaskan rekaman suara tersebut. Selain itu, Dedi juga menyatakan dalam setiap proses pemeriksaan dan penyidikan akan selalu menjunjung asas kehati-hatian.

“Yang penting targetnya harus tuntas sampai ke aktor intelektualnya. Karena isu ini  bisa mengganggu proses demokrasi pemilu di Indonesia,” ujar Dedi.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu Kamis (3/1/2019) secara resmi telah melaporkan soal penyebaran berita bohong terkait surat suara tercoblos ke Bareskrim Polri.

 “Kami bersama Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu melaporkan soal informasi 7 kontainer surat suara tercoblos, itu tidak benar. Kami melaporkan agar penyebar informasi itu ditangkap,” kata Ketua KPU Arief Budiman.    # Red. Bakin