Papua, 17 Maret 2019- Bakinonline.com

Sekitar 50 orang dan 59 orang luka akibat banjir bandang yang terjadi di Sentani, Papua hingga Minggu, (17/3/2019) siang.

Tim SAR gabungan terus melakukan upaya evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah.

Beberapa jenazah yang berhasil diketemukan kangsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua, 7. Sebanyak 49 korban sudah berhasil diidentifikasi sedangkan 1 jenasah masih dalam proses identifikasi. Dari jenazah yang telah diidentifikasi secara bertahap segera dibawa ke pihak keluarganya untuk dilakukan pemakaman.

Sedangkan karban luka-luka dirujuk ke PKM Sentani, RS Bhayangkara dan RS Yowari. Dinas kesehatan Jayapura dan Dinas Kesehatan Papua mengkoordinir penanganan tim medis bagi korban.

“Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban diintensifkan.  Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan belum semua daerah terdampak dapat dijangkau karena tertutup pohon, batu, lumpur dan material banjir bandang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Minggu siang.

Kepala BNPB telah melaporkan kepada Presiden dampak bencana dan penanganan bencana banjir bandang. Kepala BNPB bersama unsur dari Kementerian/Lembaga hari ini berangkat ke Sentani untuk memberikan pendampingan dan bantuan kepada Pemda Jayapura dan Papua.

Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Sumartono mencatat awalnya 42 orang meninggal dunia dan puluhan korban lainnya menderita luka-luka dan terus meningkat. Kawasan terparah berada di sekitar Sentani dan Doyo.

 Untuk meringankan beban para korban banjir pihaknya sudah memberikan bantuan berupa makanan siap santap. Makanan siap santap itu diberikan kepada masyarakat yang mengungsi di kawasan perkantoran Bupati Jayapura di Gunung Merah dan beberapa lokasi lainnya.

Banjir bandang yang melanda sembilan distrik di Kabupaten Jayapura akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut terjadi sejak Sabtu (16/3/2019) malam. Diperkirakan korban tewas dan luka-luka akan terus bertamghah, mengingat saerah yang berdampak banjir belum semuanya tersisir.  # Susi- Bkn Papua