Bandung – bakinonline.com

Polisi telah menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, Abdul Kodir sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah. Selain sekda, sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di pemetintah kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya juga ditetapkan sebagai tersangka. Kini mereka mendekam di sel tahanan Markas Polisi Daerah (Mapolda) Jawa Barat.

“Totalnya ada sembilan tersangka,” ucap Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (16/11/2018).

Kesembilan orang tersebut yaitu : Sekda Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir, pejabat Pemkab Tasikmalaya terdiri Kabag Kesra Setda Maman Jamaludin, Sekretaris DPKAD Ade Ruswandi, Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Endin, lalu dua PNS bagian Kesra Pemkab Alam Rahadian Muharam dan Eka Ariansyah, dua warga sipil Lia Sri Mulyani dan Mulyana, serta seorang petani Setiawan.

Dari sembilan orang yang diamankan, telah ditahan sejak Kamis (15/110) kemarin setelah penyidik menaikkan status mereka dari saksi menjadi tersangka. 

“Statusnya semua tersangka, jadi ada enam orang aparatur sipil negara dengan kepangkatan berbeda, yang paling tinggi AK sebagai Sekda, sisanya sipil,” kata Agung.

Kesembilan orang tersebut dijerat Pasal 2,3 dan 12 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 dan 56 KUHPidana dan Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Kasus ini merupakan tindakan praktik korupsi mengenai pemotongan dana hibah Kabupaten Tasikmalaya tahun anggaran 2017 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tasikmalaya.

Selain menetapkan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa 1 unit mobil Toyota Kijang, 2 Unit motor, sebidang tanah seluas 83 meter persegi di Desa Sukamulya Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, uang tunai Rp 1,951 miliar dan sebundel dokumen lainnya.

“Sudah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan selesai ini akan diserahkan ke kejaksaan untuk dilakukan langkah hukum selanjutnya,” Agung menambahkan.    # Darjono