Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), “Rencana Akan Gelar Demo Lagi di Gedung DPR/MPR/DPD di Jakarta”
bakinonline.com

Jakarta – bakinonline.com

Aliansi mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta dan sekitarnya berencana menggelar aksi demonstrasi lagi di Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, Jakarta. Unjuk rasa itu akan dilaksanakan bertepatan dengan rapat paripurna terakhir DPR pada Senin (30/9/2019) besuk.

Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jakarta, Andi Prayoga mengatakan, para mahasiswa kini sedang menyatukan langkah untuk menggelar aksi itu. Komunikasi dan konsolidasi terus digalang antar mahasiswa.

“Kami konsolidasi lagi, agar kami semua bisa satu suara, satu keresahan turun ke jalan menyuarakan suara-suara rakyat kita,” kata Andi di Jakarta, Sabtu (28/9/2019).

Dia menerangkan, dalam aksi itu mahasiswa akan kembali mengusung isu penolakan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka juga akan menuntut agar Presiden Joko Widodo segera menandatangani Perppu KPK.

“Kami mendesak Presiden untuk mengeluarkan Perpu KPK menggantikan Undang-Undang KPK yang disahkan beberapa waktu lalu,” kata dia.

Ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR, Senin dan Selasa (23-24/9/2019) lalu. Mereka menyuarakan tuntutan menolak RKUHP dan UU KPK serta undang-undang lainya. Aksi ini diwarnai kericuhan.

Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) R Saddam Aljihad mengatakan, gerakan mahasiswa di depan Gedung DPR merupakan murni keprihatinan mahasiswa terhadap nasib pemberantasan korupsi ke depan. Salah satunya dengan menganalisis risiko dari RKUHP dan UU KPK hasil perubahan UU 30/2002 tentang KPK.

“Target kita adalah subtansi. Itu dasarnya gerakan intelektual dari kajian-kajian terkait RUU kontroversial. Gerakan ini juga harus kita evaluasi dan sejauh ini masih sesuai jalur,” ucap Saddam.

Merespons gerakan mahasiswa itu, Presiden Jokowi berencana menemui perwakilan BEM se-Indonesia. Jokowi ingin mengapresiasi demonstrasi itu sebagai bagian demokrasi serta mendengarkan masukan-masukan dari mahasiswa.

Namun, pertemuan itu urung dilaksanakan. BEM menolak untuk bertemu Jokowi. Mereka bersedia jika pertemuan dilakukan di tempat terbuka.

Red. Bakinonline