Anggota Dewan Harus Berperilaku Tertib Saat Sidang Paripurna
bakinonline.com

Kab.Bandung – Bakinonline.com

Setelah resmi dilantiknya ketua DPRD kabupaten Bandung periode 2019 – 2024,  dilanjutkan dengan pembentukan AKD (Alat Kelengkapan Dewan) untuk posisi pembentukan komisi yang dibagi menjadi 4 bagian.

Partai Amanat Nasional yang pada Pilihan legelatif tahun 2019 , mendapat 4 kursi di DPRD kabupaten Bandung tambah 2 kursi dari periode sebelumnya, pada saat ini para anggotanya sudah menempati posisinya di komisi, demikian dijelaskan Ketua fraksi PAN DPRD kabupaten Bandung, Eep Jamludin Sukmana, saat ditemui Crew media Bakinonline diruang kerjanya, Rabu ( 9/10/2019 ).

Dijelaskan Eep, “Saat ini 4 anggota fraksi PAN sudah duduk dikomisi , yakni Tedi dikomisi A, Edi Tardiana komisi B, Elin Wati dikomisi C dan saya sendiri dikomisi D, dan 2 anggota menempati Badan Anggaran, satu orang di Bapemperda, dan saya  jadi ketua Badan Kehormatan, dan hasil ini telah disepakati melalui musyawarah mufakat fraksi, dan dalam  masa kerja selama 2, 5 tahun bisa saja diroling, disesuaikan potensi anggota dewan sendiri,” katanya.

Ketika di konfirmasi terkait posisinya sebagai ketua Badan Kehormatan, Eep mengatakan , Terkait aturan baru di DPRD, mengenai tugas Badan Kehormatan, pada saat ini tupoksinya lebih jelas, karena tugas prioritas dari Badan Kehormatan adalah pencegahan, yaitu pencegahan terjadinya hal-hal yang tidak sesuai dan dilarang sesuai kode etik dewan, terkait kinerja dan tugas dewan.

Dilanjut Eep, Agenda pertama Badan Kehormatan pada saat ini adalah membuat surat edaran kepada semua anggota dewan, tentang tata tertib sesuai kode etik yang saat ini sedang digodok di Pansus II tentang  tahapan -tahapan sanksi bagi para anggota dewan yang menyalahi aturan dalam bentuk peringatan, yakni peringatan ringan, sedang sampai peringatan berat,” paparnya.

Lebih lanjut, “Untuk menghasilkan keputusan dan legislasi yang optimal agar setiap anggota dewan berperilaku tertib didalam bahasan sidang Paripurna juga hendaklah setiap anggota dewan fokus didalam setiap bahasan materi  dan tidak melakukan hal-:hal yang tidak mencerminkan keseriusan masa sidang Paripurna, dengan tidak merokok dan membuka Handphone hanya untuk nonton YouTube, serta setiap anggota dewan wajib hadir pada saat sidang Paripurna, dan apabila seorang anggota  dewan  tidak hadir dalam 3 kali sidang Paripurna akan diberi peringatan keras.”Eep menegaskan.

“Dengan adanya aturan dan ketentuan hukum dalam kinerja para anggota dewan di DPRD kabupaten Bandung, saya berharap DPRD kabupaten Bandung jangan ada masalah,karena hal ini dapat mencoreng martabat DPRD sendiri, tetapi hal ini bukanlah hanya tugas Badan Kehormatan, tetapi kewajiban semua anggota dewan untuk menjaga kondusifitas dewan,” imbuhnya.

Crew Bakin menanya terkait dengan tugasnya sebagai anggota komisi D, yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan, menurutnya, “Pendidikan adalah hak dasar dari semua warga negara Indonesia, jadi hendaknya masalah pendidikan ini mendapat prioritas sebagai upaya mencerdaskan masyarakat untuk kemajuan khusus di kabupaten Bandung dan umumnya di negeri ini,” paparnya.

Ditegaskan Eep, “Dalam kaitan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, hendaklah memberikan kemudahan dan prioritas kepada masyarakat kecil, pemerintah harus lebih memberikan porsi pelayan kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dan kami dari pihak dewan akan mendorong membuat regulasi yang lebih berpihak kepada masyarakat kecil ini, untuk memberikan rasa nyaman dan kemudahan bagi masyarakat.” Pungkasnya.

#  Sulaeman