“Ancaman Internet Terhadap Masa Depan Anak Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama”
bakinonline.com

Kabupaten Bandung – Bakinonline.com

Peningkatan kapasitas bagi anggota Satpol PP dalam upaya perlindungan dan pencegahan potensi kekerasan terhadap anak dalam mendukung terciptanya Kabupaten Bandung Layak Anak.

Seperti yang diungkapkan Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur, Benni Ardiansyah, “internet merupakan akses yang bisa berdampak positif juga negatif. Kecenderungan generasi muda ada keleluasaan saat mengaksesnya, sehingga secara tak langsung mempengaruhi pola pikir mereka termasuk dalam pergaulan.” Ungkapnya. Kamis (11/7/2019, digedung Korpri Soreang.

Dia menambahkan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diharapkan bisa menjadi motivasi bagi semua pihak dalam perkembangan. Kita tahu ancaman akses tersebut terhadap generasi muda. Untuk itu sebagai bentuk pemcegahannya dengan melakukan batasan pemakaian.

Salah upaya untuk penanggulangannya, yaitu dengan Menyelenggarakan Internet Ramah Anak. Kita tahu mereka (pemilik internet) tengah melakukan usaha untuk kebutuhan keluarganya, tapi mereka juga harus tahu bahwa internet bisa mempengaruhi karakteristik perkembangan generasi muda.

“Itu jelas merupakann tanggung jawab kita bersama. Namun yang jadi pengaruh dari semua ada di dalam keluarganya, lingkungannya, pendidikan, dan cara bergaulnya,” katanya.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 2018, tentang Satpol PP, dijelasakan Benni, tugas dan fungsi Satpol PP sangat strategis, yaitu memelihara dan menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum, menegakkan Peraturan Daerah (Perda) dan Keputusan Kepala Daerah serta Perlindungan Masyarakat.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bandung, Mutia Teny, sebagai nara sumber menambahkan, masa depan generasi muda merupakan tanggung jawab kita semua. Untuk itu diharapkan kita bisa menjadi pencegah dari setiap kegiatan internet yang bisa mempengaruhi mereka.

“Demi tercapainya sasaran sebagaimana yang diharapkan, diperlukan profesional sikap antar pihak yang memiliki pengetahuan luas, keterampilan tinggi, kemampuan untuk memberdayakan masyarakat, serta mempunyai moral dan etika yang baik sehingga dapat bekerja secara tepat, cepat, dan signifikan,” tuturnya.

Sementara Maman Koswara, Sekretaris Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S), menuturkan, untuk saat ini permasalahan sosial menjadi prioritas kerja dari Hj. Nia Kurnia Agustina Dadang Naser, yang berkeinginan di Kabupaten Bandung tercipta generasi muda sehat, mandiri, aktif, dan bermoral baik.

Salah satu upaya pencegahan yang dilakukannya (Hj. Nia), dikatakan Maman, diimplementasikan melalui penertiban iklan rokok di warung-warung, diseputaran sekolah, tempat ibadah (Masjid), fasilitas kesehatan, warnet, dan taman bermain. Namun ditegaskannya, pemakaian internet harus lebih diwaspadai secara khusus. Kalau perlu dilakukan protect sesuai usia anak-anak. Hal itu guna mencegah terjadinya prilaku menyimpang.

Maman berharap, setiap ada tindakan kekerasan terhadap anak, prilaku menyimpang dan hal lainnya, diminta bantuannya untuk segera melaporkan kepada Kepolisian atau dinas terkaiy (Satpol PP). Karena bila hal tersebut dibiarkan berlarut-larut akan berpengaruh besar terhadap perkembangan psikologis anak.