Garut – Bakinonline.com

Kementrian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK), Sebut Perubahan Status Kawah Kamojang dan Gunung Papandayan Kurang Sosialisasi. Rambu penunjuk jalan dipasang menuju kawah Papandayan di Kabupaten Garut, Jabar, hingga ke Pondok Salada yang banyak jadi tujuan camping serta kawasan hutan mati yang banyak didatangi wisatawan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menilai sejumlah protes dari aktivis terkait penurunan status Cagar Alam Kawah Kamojang dan Cagar Alam Gunung Papandayan, di Jawa Barat, disebabkan kurangnya komunikasi. KLHK sebelumnya menurunkan status kedua cagar alam menjadi Taman Wisata Alam. Keputusan itu menuai protes dari aktivis, “Ini belum duduk bersama soalnya,” ujar Direktur Jenderal Konservasi Alam Sumber Daya Alam dan Ekositem (Dirjen KSDAE) Wiratno.

Wiratno mempersilahkan jika ada yang mau menempuh jalur hukum terkait penurunan status tersebut. Kementeriannya, katanya, siap menghadapi tuntutan tersebut.

Status Cagar Alam Kawah Kamojang dan Gunung Papandayan Diturunkan, Hanya 30 Persen yang akan Dimanfaatkan “Ya silakan. Kalau belum ketemu kita lalu menempuh jalur hukum, ya kita hadapi,” ujarnya.

Kedepan ia akan lebih aktif menyampaikan ke publik terkait peraturan baru yang dikeluarkan KLHK. Dan juga akan menggandeng aktivis dan masyarakat untuk tergabung dalam tim yang membahasa penurunan status daerah konservasi lainnya.

Ia akan mengajak untuk “Bersama-sama melihat lokasi mana yang perlu diubah, kenapa diubah, jadi anggota tim dan membicarakan substansi mengapa itu dilakukan perubahan,” katanya.

Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan diturunkan, Aktivis ancam Class Action sebelumnya, sekitar 100 organisasi lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Cagar Alam Jawa Barat menolak SK 25/MENLHK/SETJEN/PLA2/1/2018 tertanggal 10 Januari 2018. SK yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup ini berisi tentang perubahan fungsi pokok kawasan hutan dari sebagian kawasan Cagar Alam Kawah Kamojang seluas 2.391 hektar dan Cagar Alam Gunung Papandayan seluas 1.991 hektar.

“Status keduanya diubah menjadi Taman Wisata Alam. Kami menolak dan menuntut pencabutan SK,” ujar Koordinator Aliansi Cagar Alam Jabar, Kidung Saujana. Rabu (23/1/2019) beberapa waktu yang lalu.

Kidung menjelaskan, penurunan status akan mengganggu ekosistem, baik keberadaan flora dan fauna maupun ancaman bencana alam. Penurunan Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan Menurut KLHK Selain alasan pariwisata, pihaknya mencium ada intervensi dari perusahaan yang berkepentingan dengan dibukanya cagar alam tersebut.

Dengan status cagar alam, tidak boleh ada kegiatan, bahkan untuk mendaki gunung sekalipun. “Kami harus berjuang. Karena informasi yang kami dapat ada beberapa status cagar alam yang akan diturunkan. Kalau ini kami biarkan, hal serupa akan terus terjadi,” tegas Kidung.

Dari pihak lain, Perwakilan Pro Fauna Indonesia, Herlina Agustin mengatakan, penurunan status ini merupakan langkah mundur dari pemerintah Indonesia dalam konservasi. Kerugian yang ditimbulkan bukan hanya untuk keragaman hayati. Namun konflik sosial akan tumbuh, begitupun konflik manusia dengan satwa akan semakin tinggi. “Kalau harus menempuh jalur hukum, kami akan tempuh. Apapun hasilnya gimana nanti, Kalau perlu dan  dibutuhkan, ya ke PTUN kan,” pungkasnya.   # Darj- Bakin