perusakan bendera merah putih
bakinonline.com

Sumedang – bakinonline.com

Emak-emak di Sumedang melakukan aksi gunting bendera merah putih viral di media sosial, peristiwa ini terjadi di daerah Kabupaten Sumedang Jawa Barat.

Tiga emak asal Kabupaten Sumedang yang menggunting bendera merah putih kini berurusan dengan hukum dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ketiga Emak-emak  telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam lima tahun penjara.

Dalam video berdurasi 29 detik itu, terlihat seorang wanita paruh baya tengah memegang gunting dan bendera berwarna merah putih, mereka terlihat dengan sengaja memotong-otong dengan menggunakan gunting.

Perempuan berpakaian merah itu yang melakukan dengan menggunting sedikit demi sedikit bendera merah putih. Usai digunting, bendera itu berserakan di lantai.

Mengetahui aksi tiga Eitu, Polisi kemudian turun melakukan penyelidikan. Setelah mengetahui identitas tiga Emak itu, {olisi kemudian melakukan penangkapan dan pemeriksaan.

Usai menjalani pemeriksaan, akhirnya polisi menetapkan tiga Ema itu sebagai tersangka.

“Sudah digelar (perkara) dan ditetapkan tersangka,” ucap Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Yanto Slamet saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2020).

Ketiganya yakni berinisial : P, A dan DY. Meski begitu, Polisi belum menjelaskan apa motif  dan peran-peran dari ketiganya.

Namun sebelumnya disebutkan P yang melakukan penggunting bendera merah putih tersebut.

Yanto menambahkan ketiganya diancam pasal yang sama yakni Pasal 66 jo Pasal 24 huruf A Undang-Undang RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaan.

“Pasal pokoknya sama, (tapi) ada yang 55 dan 56,” ujar Yanto.

ia sampaikan, saat ini ketiga tersangka sudah ditahan. “Sudah kami lakukan penahanan,” kata Yanto.

Ketiganya ditahan dan dikenakan Pasal 66 Jo Pasal 24 huruf A Undang-Undang RI nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaan.

“Ancaman hukumannya lima tahun penjara dan denda Rp 500 juta,” pungkasnya.     (anis/bkn/sdg)