Jakarta, 12 Aril 2018 – (Bakinonline.com)

Abubakar, Bupati Bandung Barat ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Abubakar “Ditahan di Rutan Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur untuk 20 hari ke depan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Kamis 12 April 2018.

Saat keluar dari gedung KPK, Abubakar sudah mengenakan rompi oranye memilih utuk tidak banyak bicara. Saat ditanya kesehatannya abu menjawan, “Alhamdulillah sehat,” balas Abubakar. Saat dikonfirmasi soal kasus suap yang menjeratnya, ia menyatakan akan menjalani proses hukum di KPK. “Sebagai warga negara yang baik, saya jalani saja proses hukum,” ujarnya.

Sebelumnya, Abubakar tiba di gedung KPK Jakarta, Rabu 11 April 2018 malam setelah menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit Santo Boromeus, Kota Bandung. Abubakar tiba di gedung KPK sekitar pukul 22.45 WIB.

Abubakar yang mengenakan kemeja lengan panjang putih dan peci hitam itu tampak menggunakan tongkat saat memasuki gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan. KPK, pada Rabu 11April 2018 mengumumkan Abubakar bersama bersama tiga orang lainnya sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap kepada Bupati Bandung Barat periode 2013-2018.

Pihak lain yang diduga sebagai penerima yakni Bupati Bandung Barat Abubakar, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat Adityo. Sementara yang diduga sebagai pemberi yaitu :  Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bandung Barat Asep Hikayat.

Diduga, Bupati Bandung Barat meminta sejumlah uang kepala dinas untuk kepentingan pencalonan istrinya, Elin Suharliah, sebagai Bupati Bandung Barat periode 2018-2023.  Dalam mengumpulkan dana tersebut, Abubakar meminta bantuan Weti Lembanawati dan Adityo. “Tim KPK juga mengamankan barang bukti sebesar Rp 435 juta terkait kasus tersebut.”

Sebagai pihak yang diduga pemberi, Asep Hikayat disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat-1 ke-1 KUHP.

Sementara sebagai pihak yang diduga penerima, Abubakar, Weti Lembanawati, dan Adityo disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Redaksi Bakin)

Berita kasus ini telah ditayankan Bakinonline.com dengan judul “KPK Datangi Bupati Bandung Barat, Abubakar”