Bandung, 23 Juli 2017 (bakinonline.com)

Tanggal 23 Juli ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional Indonesia, hari ini Presiden Indonesia Joko Widodo memperingati Hari Anak Nasional Indonesia di Pekanbaru Riau dengan memberikan hiburan atraksi sebagai pesulap, dibeberapa daerah lain dilakukan peringatan Hari Anak Nasional Indonesia dengan kegiatan mendengarkan dongeng seperti yang dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah.

Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia antara lain untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Disisi lain masih banyak anak-anak dalam keadaan fakir, miskin, dan terlantar, menggelandang, bahkan dibeberapa daerah anak-anak Indonesia mengalami perlakuan kasar dan korban kejahatan seksual yang tidak seharusnya terjadi pada anak-anak.
Mereka bisa bermetamorfosis menjadi gelandangan, pengemis, pengamen, dan anak jalanan.

 

 

Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”. Pilihan kata dalam klausul ayat tersebut ternyata dapat memunculkan makna yang berbeda – beda. Jumlah gelandangan, pengemis, pengamen, dan anak jalanan yang terus bertambah di banyak kota besar lebih mendorong seseorang mengartikan kalimat sesuai dengan kenyataan yang ada. Kata kunci : negara, keadilan, fakir, miskin, anak terlantar, dan dipelihara.

Bagaimana dengan program pemerintah yang telah dicanagkan bahwa “Wajib belajar bagi anak-anak Indonesia“, kalau biaya pendidikan masih mahal ?. (Darjono-Bakin)